Kompas.com - 05/03/2017, 07:30 WIB
Sejumlah keluarga korban MH370 menggelar aksi di Beijing pada Mei 2015. ReutersSejumlah keluarga korban MH370 menggelar aksi di Beijing pada Mei 2015.
EditorPascal S Bin Saju

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang meluncurkan kampanye, Sabtu (4/3/2017), untuk mendanai secara pribadi pencarian pesawat itu.

Penerbangan MH370 yang membawa 239 orang hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, hampir tiga tahun yang lalu atau tempatnya 8 Maret 2014.

Otoritas Australia, Malaysia, dan China bersama-sama menghentikan pencarian bawah air untuk pesawat itu yang telah berlangsung selama dua tahun pada Januari lalu.

Grace Nathan, seorang pengacara Malaysia yang ibunya, Anne Daisy, berada di pesawat itu, mengatakan, keluarganya berharap untuk menggalang dana sebesar 15 juta dollar AS atau sekitar 199,5 miliar untuk mendanai pencarian awal di utara dari wilayah pencarian sebelumnya.

"Kami takkan memulai penggalangan dana sampai kami yakin bahwa pemerintah takkan melanjutkan pencarian dan sampai data saat ini telah sepenuhnya ditinjau dan dianalisis," katanya dalam peluncuran kampanye dan acara untuk mengenang peristiwa hilangnya pesawat MH370 yang digelar di sebuah mal di Kuala Lumpur, Sabtu.

Pemerintah telah mengatakan akan melanjutkan pencarian jika ada bukti yang kredibel tentang keberadaan pesawat itu.

Para pakar internasional tahun lalu membantu Voice 370, sebuah kelompok bantuan untuk keluarga MH370, untuk melakukan pencarian mandiri di sepanjang pantai Afrika Timur di mana puing-puing sebelumnya telah ditemukan.

"Mereka menunjuk kepada kami secara akurat di mana puing-puing itu akan jatuh. Mereka sudah sangat membantu baik pada tingkat pribadi dan untuk penyelidikan, kata Grace.

Acara peringatan itu, yang pertama kali diadakan sejak pencarian itu ditangguhkan, menampilkan musik dan tari, sementara anggota keluarga dan teman-teman dari penumpang MH370 membuat permohonan agar pencarian dilanjutkan.

NYMag Lokasi MH370 berada berdasar ping dari satelit milik Inmarsat.
Jiang Hui, yang ibunya berada di pesawat itu, menceritakan pengalamannya menemukan sepotong puing yang diduga MH370 di Madagaskar tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.