Antisipasi Agresi Rusia, Swedia Berlakukan Kembali Wajib Militer

Kompas.com - 03/03/2017, 08:42 WIB
Personel dari resimen pasukan lapis baja Skaraborg tengah berlatih di Pulau Gotland, wilayah Swedia yang terletak di Teluk Finlandia dan menghadap langsung negara-negara Baltik. TT NEWS AGENCY/REUTERS/TELEGRAPHPersonel dari resimen pasukan lapis baja Skaraborg tengah berlatih di Pulau Gotland, wilayah Swedia yang terletak di Teluk Finlandia dan menghadap langsung negara-negara Baltik.
EditorErvan Hardoko

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Pemerintah Swedia yang berhaluan kiri-tengah, Kamis (2/3/2017), kembali memberlakukan wajib militer setelah meninggalkannya selama tujuh tahun.

Keputusan ini diambil untuk merespon kondisi global terutama perilaku congkak Rusia di kawasan Laut Baltik.

"Kami dalam konteks di mana Rusia menganeksasi Crimea dan mereka kini lebih banyak melakukan latihan militer di wilayah sekitar kami," kata menteri pertahanan Swedia Peter Hultqvis.

Sejak 2010, Swedia memiliki tentara profesional yang diisi warga yang sukarela mendaftarkan diri menjadi tentara.

"Kami melihat unit-unit militer kami tak bisa hanya diisi dengan basis sukarela. Sebuah keputusan harus diambil untuk melengkapi sistem ini. Itulah mengapa wajib militer kami gunakan kembali," tambah Hultqvis.

Sebagai negara non-NATO, selama dua abad terakhir Swedia tak pernah terlibat konflik bersenjata di wilayahnya.

Pada 2010, Swedia membekukan wajib militer setelah dianggap tak memuaskan untuk memenuhi kebutuhan sebuah militer yang modern.

Dalam dua dekade terakhir, anggaran militer Swedia juga dipangkas dan fokus militer negeri itu adalah misi menjaga perdamaian selain mempertahankan negara.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kekhawatiran terkait Rusia di kawasan terutama setelah aneksasi Semenanjung Crimea pada 2014.

"Situasi baru ini juga merupakan kenyataan, sebagian karena politik kekuasaan Rusia yang sudah lama diabaikan dan diremehkan," kata Wilhelm Agrell, pakar masalah keamanan dari Universitas Lund.

"Sejak musim dingin 2014, kami melihat Rusia sangat ekspansif dan bersiap menggunakan kekerasan untuk keuntungan mereka," tambah Agrell.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X