Kompas.com - 03/03/2017, 07:22 WIB
Polisi Israel memeriksa seorang pemuda Palestina sebelum memasuki kota tua Jerusalem untuk melakukan shalat Jumat (23/10/2015). ReutersPolisi Israel memeriksa seorang pemuda Palestina sebelum memasuki kota tua Jerusalem untuk melakukan shalat Jumat (23/10/2015).
EditorErvan Hardoko

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Israel memutuskan, seorang polisi yang mengaku mengencingi seorang tahanan Palestina yang diborgol dan ditutup matanya harus disidangkan.

Kasus ini, yang awalnya termasuk dugaan adanya serangan fisik dan seksual oleh dua polisi di pos polisi Ma'aleh Adumim, sebenarnya sudah ditutup kementerian kehakiman.

Namun, seorang warga Palestina mengajukan petisi ke pengadilan yang memicu hakim agung Salim Joubran, Noam Sohlberg, dan Isaac Amit menolak keputusan menutup kasus itu.

"Kami yakin bahwa bukti-bukti yang ada sudah diperiksa secara menyeluruh beberapa kali," demikian pernyataan para hakim seperti dikabarkan harian Haaretz.

"Namun kami memutuskan untuk mendukung penggugat terkait upaya mendakwa seorang polisi yang secara sengaja mengencingi penggugat untuk mempermalukan dia," tambah para hakim.

Awalnya polisi itu membantah aksi memalukannya itu dalam proses pemeriksaan. Namun, ketika disebut DNA-nya ada di pakaian penggugat, dia mengakui insiden itu meski menegaskan dia tak sengaja melakukannya.

Dia mengklaim membawa tahanan itu ke kamar mandi, lalu meminta penggugat berdiri di sampingnya sehingga saat dia selesai buang air kecil maka tahanan itu juga bisa menggunakan toilet.

Polisi itu mengaku meminta tahanan tersebut berlutut agar dia mendapatkan posisi lebih baik jika terjadi sesuatu.

Dia mengatakan, saat tahanan itu tiba-tiba bergerak, dia berbalik dan bisa menangkapnya.

Pada saat bergerak itulah, lanjut polisi tersebut, kemungkinan urinenya jatuh mengenai pakaian si tahanan.

Lalu mengapa awanya dia membantah? Polisi itu mengatakan, dia merasa malu karena sudah melakukan "blunder", demikian The Times of Israel.

Para hakim agung melihat tindakan polisi itu sebagai sebuah kebohongan sekaligus pengakuan sehingga memutuskan pengadilan yang harus memutuskan nasib polisi itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.