UE Desak Vietnam Perbaiki HAM Sebelum Ratifikasi Kesepakatan Perdagangan

Kompas.com - 01/03/2017, 21:47 WIB
Para aktivis anti-korupsi berunjuk rasa di Hanoi, Vietnam (Foto: Dokumentasi) ReutersPara aktivis anti-korupsi berunjuk rasa di Hanoi, Vietnam (Foto: Dokumentasi)
EditorPascal S Bin Saju

BRUSSELS, KOMPAS.com — Vietnam didesak para legislator Eropa untuk memperbaiki catatan hak asasi manusia (HAM)-nya sebelum meratifikasi kesepakatan perdagangan bebas Uni Eropa (UE).

Negara komunis itu sangat membutuhkan kesepakatan tersebut setelah gagal memperoleh kesepakatan besar yang baru-baru ini dibatalkan Amerika Serikat (AS).

Para anggota parlemen Eropa menyuarakan keprihatinan mereka pada Selasa (28/2/2017) setelah sebuah Subkomisi Urusan HAM Eropa melawat ke negara di Asia Tenggara itu.

Subkomisi tersebut merekomendasikan perlunya perdebatan lebih jauh mengenai hak politik dan kebebasan berpendapat dan beragama di negara itu.

Ketua subkomisi itu mengatakan, bila Vietnam tidak memenuhi persyaratan HAM Eropa, ratifikasi kesepakatan perdagangan akan sulit diwujudkan.

Pemerintah Vietnam belum menanggapi pernyataan itu.

Kesepakatan itu, yang ditandatangani pada Desember 2015 dan mulai berlaku tahun depan, harus disetujui Parlemen Eropa dan lembaga legislatif negara-negara anggota.

Ketika para legislator Belgia menjabarkan kesepakatan itu Januari lalu, banyak pihak meragukan situasi sosial dan ekonomi Vietnam.

Vietnam adalah anggota Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang akan menurunkan tarif impor di Jepang dan AS.

Kesepakatan itu secara efektif tidak lagi berlaku setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS mundur dari kesepakatan tersebut pada Januari 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X