Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/03/2017, 17:05 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

KOMPAS.com — Setahun terakhir ini, angin perubahan bertiup kencang di Arab Saudi.

Anak-anak muda negeri itu semakin gemar memakai baju-baju kasual, pusat-pusat kebugaran tumbuh menjamur, sementara beberapa pertunjukan dan hiburan kian sering digelar.

Dalam kunjungan ke Riyadh dan Jeddah, dua kota utama di Arab Saudi, akhir April dan awal Mei tahun lalu, denyut perubahan itu cukup terasa.

Seorang diplomat Indonesia di Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh mengatakan, dirinya mengamati anak-anak muda Arab Saudi kini lebih suka memakai baju kasual (t-shirt dan celana jins) daripada baju tradisional terusan panjang berpenutup kepala.

Beberapa anak muda yang ditemui Kompas di Riyadh saat itu mengatakan, mereka memakai baju tradisional pada acara-acara keluarga, seperti pernikahan.

Dari segi gaya hidup, warga kota Jeddah juga terlihat menggemari olah tubuh di pusat-pusat kebugaran, yang mulai menjamur, dua tahun terakhir.

Beberapa pertunjukan konser musik dan hiburan juga semakin sering digelar di Arab Saudi. Akhir Januari lalu, seperti diberitakan kantor berita AFP, salah satu ikon musik dunia Arab yang dijuluki "Paul McCartney-nya Arab Saudi", Mohammed Abdu, menggelar konser di Jeddah, 30 Januari lalu.

Laman Arab News menyebutkan, itu konser besar pertama dalam tujuh tahun terakhir di Jeddah, pintu gerbang menuju Mekkah.

Dilaporkan, sekitar 8.000 penonton—kebanyakan anak- anak muda dan semua pria—memadati arena konser.

Abdu didukung orkestra Mesir, penyanyi Arab Saudi lain, Rabeh Sager, dan penyanyi Irak-Arab Saudi, Majid al-Muhandis.

Pekan lalu, otoritas setempat mengumumkan, Abdu bakal tampil lagi di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang lebih konservatif. September tahun lalu, penyanyi berusia 67 tahun itu dijadwalkan manggung di Riyadh, tetapi tiba-tiba dibatalkan tanpa ada penjelasan.

Reuters Putri Ameerah Al Taweel dari Arab Saudi terlibat bersama suaminya, Alwaleed Bin Talal, pada saat pernikahan Pangerann William dan Kate Middleton di Westminster Abbey, London, Inggris pada 29 April 2011.
Menurut media setempat, penampilan Abdu di Riyadh bakal menjadi konser live untuk kali pertama dalam 24 tahun di ibu kota Arab Saudi itu.

Minggu (18/2/2017), seperti dilansir kantor berita Reuters, ribuan warga Arab Saudi—termasuk perempuan—memadati arena pertunjukan Comic Con di Jeddah.

Jarang terjadi di negeri itu, laki-laki dan perempuan menonton bareng, seperti akhir pekan itu.

Hiburan di negeri tersebut memang dikontrol ketat. Minuman alkohol, pertunjukan teater, dan bahkan bioskop pun dilarang. Pergaulan laki-laki dan perempuan dibatasi.

Di restoran-restoran, tempat makan untuk laki-laki dan perempuan dipisahkan. Perempuan tidak boleh menyetir mobil.

Acara pertunjukan Comic Con di Jeddah itu digelar Otoritas Hiburan Umum (GEA), yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.

Badan itu telah berencana menggelar sejumlah festival, pertunjukan komedi, dan konser.

Arab Saudi saat ini tengah mendongkrak sektor hiburan sebagai bagian dari Visi 2030 yang dicanangkan Wakil Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman—putra Raja Salman—pada April 2016.

Instagram/Alarabiya Terjadi perubahan gaya berpakaian generasi baru di dunia Arab. Gambar dari kiri ke kanan, memperlihatkan gaya busana wanita Mesir, Kuwait, dan Lebanon.
Salah satu tujuan dari visi itu ialah menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan negeri itu pada sumber pendapatan minyak.

Saat pertunjukan dan festival dalam skala kecil digelar, tiket pertunjukan umumnya ludes diserbu penonton.

Namun, sejumlah ulama bereaksi keras.

"Kami heran dengan tindakan sembunyi-sembunyi Otoritas Hiburan, dengan ajang hiburan yang digelar di Jeddah yang tidak sesuai dengan perbuatan baik dan agama kita yang agung," kata Hussein al-Sheikh, Imam Masjid Nabawi, melalui Twitter.

(Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Maret 2017, di halaman 8 dengan judul "Angin Perubahan di Arab Saudi")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.