Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/03/2017, 16:22 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

Neraca perdagangan Arab Saudi-China tahun 2013 sudah mencapai 73 miliar dollar AS. Adapun neraca perdagangan Arab Saudi-Jepang pada 2013 mencapai 57 miliar dollar AS.

Tanpa kemitraan dengan Jepang dan China yang kuat, Visi Arab Saudi 2030 tampaknya tidak bisa maksimal. Ditambah pula, lawatan Raja Salman kali ini mencakup Malaysia, Indonesia, dan Brunei.

Selain masalah hubungan historis keagamaan, kekuatan ekonomi tiga negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara itu juga cukup layak diperhitungkan Arab Saudi untuk mewujudkan visi pasca era energi.

Hubungan ekonomi Arab Saudi dengan tiga negara di Asia Tenggara tersebut saat ini masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan hubungan ekonomi Arab Saudi dengan Jepang dan China.

Neraca perdagangan Arab Saudi-Malaysia pada 2016 baru mencapai 3,38 miliar dollar AS. Adapun neraca perdagangan Indonesia-Arab Saudi tahun 2014 mencapai 8,67 miliar dollar AS.

Kunjungan Raja Salman ke Kuala Lumpur sepertinya mengisyaratkan adanya peningkatan pesat hubungan ekonomi dua negara itu.

Hal itu dapat dilihat dari keputusan perusahaan minyak terkemuka Arab Saudi, Aramco, menanamkan investasi senilai 7 miliar dollar AS di Malaysia.

Isu politik

Selain isu ekonomi, isu politik juga tidak bisa lepas sama sekali dari misi lawatan Raja Salman ke Asia saat ini.

Arab Saudi kini sedang getol membendung pengaruh Iran di berbagai belahan bumi ini, yakni di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia. Pertarungan Iran-Arab Saudi tersebut cukup sengit.

Arab Saudi saat ini sangat khawatir Iran mendapat dana besar dan bisa mengembangkan pengaruh di pelbagai belahan bumi pasca tercapainya kesepakatan nuklir dengan Barat pada Juli 2015.

Arab Saudi pada era Raja Salman saat ini menggunakan konsep pendekatan ekonomi dengan banyak negara untuk membendung pengaruh Iran itu.

(Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Maret 2017, di halaman 8 dengan judul "Era Baru Arab Saudi Melirik ke Timur")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.