Idap 3 Kanker akibat Radiasi Nuklir, Mantan Pekerja Fukushima Gugat Negara

Kompas.com - 01/03/2017, 14:13 WIB
Kelompok geng Jepang, Yakuza, dilaporkan telah memaksa para tunawisma bergabung dalam upaya membersihkan PLTN Fukushima yang rusak akibat gempa yang disusul tsunami tahun 2011. APKelompok geng Jepang, Yakuza, dilaporkan telah memaksa para tunawisma bergabung dalam upaya membersihkan PLTN Fukushima yang rusak akibat gempa yang disusul tsunami tahun 2011.
EditorGlori K. Wadrianto

SAPPORO, KOMPAS.com - Seorang mantan pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, mendaftarkan gugatan di Pengadilan Distrik Sapporo, Selasa (28/2/2017).

Pekerja berusia 58 tahun itu meyakini, tiga jenis kanker yang diidapnya saat ini adalah efek dari paparan radiasi nuklir ketika terjadi kebocoran di tempat itu tahun 2011.

Dengan gugatan tersebut, pria tadi menuntut kompensasi ketenagakerjaan dari negara.

Lelaki asal Sapporo, di utara Pulau Hokkaido ini menjadi orang pertama di Jepang yang membukukan gugatan demi mengejar kompensasi menyusul bencana tersebut.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I adalah sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang terletak di Kota Okuma di Distrik Futaba, Prefektur Fukushima, Jepang.

Pada Maret 2011, karena gempa bumi dan tsunami Sendai, Pemerintah Jepang mendeklarasikan "keadaan darurat tenaga nuklir", dan mengevakuasi ribuan penduduk yang tinggal dekat Fukushima I.

Fukushima I adalah pembangkit listrik tenaga nuklir pertama yang dibangun dan dijalankan seluruhnya oleh Tokyo Electric Power Company (TEPCO).

Diberitakan laman Kyodo, lelaki yang mengajukan gugatan tadi didiagnosa mengalami kanker kandung kemih, perut dan usus besar, antara Juni 2012-Mei 2013.

Hal itu diyakini sebagai imbas dari pekerjaan pembersihan areal bencana dengan alat berat di kawasan itu pada periode Juli hingga Oktober 2011.

Aplikasi untuk menuntut kompensasi ketenagakerjaan pertama kali dilakukan pria itu pada tahun 2013.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X