Pengadilan Banding AS Tolak Tangguhkan Keputusan soal Larangan Imigrasi

Kompas.com - 28/02/2017, 23:24 WIB
Kelompok keluarga dan pendukung korban serangan teroris 11 September 2001 memprotes larangan migrasi oleh Presiden AS Donald Trump, di New York, 16 Febaruari 2017. AP/Bebeto MatthewsKelompok keluarga dan pendukung korban serangan teroris 11 September 2001 memprotes larangan migrasi oleh Presiden AS Donald Trump, di New York, 16 Febaruari 2017.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sebuah pengadilan banding federal Amerika Serikat, Senin (27/2/2017), menolak permintaan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menangguhkan sementara keputusan tentang larangan masuk ke AS.

Larangan tersebut diberlakukan untuk warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim yang dikeluarkan Trump, seperti dilaporkan Voice of America, Selasa (28/2/2017).

Permintaan itu diajukan sambil menunggu keluarnya instruksi presiden baru dari Trump.

Tiga orang hakim pengadilan banding di San Francisco tidak memberikan alasan penolakan itu.

Sebelumnya, pengadilan itu memperkuat keputusan pengadilan yang lebih rendah yang menangguhkan perintah Trump yang melarang sementara datangnya pengunjung dan pengungsi dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, yaitu Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, ditanya pada Senin kemarin mengapa pemerintah berkeras mendesak pengadilan banding tentang penangguhan itu, padahal katanya Trump akan mengeluarkan inpres baru tentang hal itu.

“Kami yakin bahwa peraturannya jelas dalam hal ini, yaitu presiden punya kekuasaan untuk melindungi keamanan negara,” kata Spicer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inpres yang dikeluarkan Trump tanggal 27 Januari 2017 itu mengakibatkan kekacauan di banyak bandar udara AS dan luar negeri.

Para pejabat imigrasi bingung tentang siapa yang boleh dan tidak boleh datang ke AS, walaupun banyak dari pengunjung sudah punya visa resmi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X