Diduga Jadi Tempat Perekrutan Militan, Masjid Berlin Digeledah

Kompas.com - 28/02/2017, 17:40 WIB
Sejumlah ambulan berjaga di sekitar lokasi serangan teror truk di pusat Kota Berlin, dekat Gereja Gedächtniskirche, Senin (19/12/2016).  ODD ANDERSEN / AFPSejumlah ambulan berjaga di sekitar lokasi serangan teror truk di pusat Kota Berlin, dekat Gereja Gedächtniskirche, Senin (19/12/2016).
EditorPascal S Bin Saju

BERLIN, KOMPAS.com – Polisi Jerman, Selasa (28/2/2017), menggeledah 24 lokasi, termasuk sebuah masjid kecil di Berlin. Masjid itu dikunjungi Anis Amri, tersangka yang menabrak kerumunan pengunjung bazar Natal 2016 dengan sebuah truk yang dibajaknya.

Seluruhnya 460 polisi dikerahkan untuk menggeledah sejumlah apartemen, dua pusat bisnis, dan enam sel di dua penjara di ibu kota Jerman itu untuk mendapatkan bukti yang menguatkan keterlibatan kelompok Islam radikal.

Namun demikian, seperti dilaporkan Agence France-Presse, tidak seorang pun yang ditangkap dalam operasi yang dilakukan pada Selasa dini hari itu.

Pihak berwenang mengatakan, sebuah tempat ibadah bagi umat Islam di Berlin, yang dikenal sebagai Fushshilat 33 telah secara resmi dilarang, sesuai perintah pengadilan pada 15 Februari.

Aparat keamanan telah berulangkali mengatakan bahwa ruangan masjid di sebuah apartemen di Berlin telah digunakan sebagai tempat ibadah bagi sekelompok kecil Muslim yang bersimpati dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Handout / POLICE JUDICIAIRE / AFP Tersangka pelaku serangan truk di Berlin yang menewaskan 12 orang, Anis Amri dikabarkan tewas ditembak polisi Italia, Jumat (23/12/2016).
Tempat yang seharusnya digunakan untuk beribadah diduga telah disalahgunakan untuk ruang perekrutan militan ISIS dan mengumpulkan dana untuk berjihad di Suriah.

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Berlin, Andreas Geisel, yang bertanggung jawab atas urusan keamanan, mengatakan, asosiasi Fushshilat 33 baru saja mengakhiri kontrak untuk penggunaan ruang sebagai tempat ibadah.

Amri sudah ada beberapa kali mengunjungi masjid itu sebelum ia membajak sebuah truk pada 19 Desember, membunuh seorang sopir berkebangsaan Polandia, lalu memakai truk itu untuk menabrak pengunjung pasar Natal di Berlin yang menyebabkan 11 orang tewas. Kelompok ISIS mengklaim sebagai dalangnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X