Museum Bahari Buka Pameran Pertempuran Laut Jawa dan Selat Sunda

Kompas.com - 26/02/2017, 09:48 WIB
Kapal perang AL Belanda HNLMS De Ruyter yang tenggelam dalam pertempuran Laut Jawa 15-27 Februari 1942 yang sekaligus menewaskan komandan armada AL Sekutu Laksamana Karel Doorman. Australian War Memorial/WikipediaKapal perang AL Belanda HNLMS De Ruyter yang tenggelam dalam pertempuran Laut Jawa 15-27 Februari 1942 yang sekaligus menewaskan komandan armada AL Sekutu Laksamana Karel Doorman.
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para penggemar sejarah, khususnya Perang Dunia II, ada baiknya pada Senin (27/2/2017) berkunjung ke Museum Bahari, Jakarta.

Sebab, Museum Bahari akan menggelar pameran terkait dua pertempuran laut terpenting di masa Perang Dunia II yang terjadi di Indonesia yaitu pertempuran Laut Jawa dan Selat Sunda.

Untuk menggelar pameran ini Museum Bahari bekerja sama dengan empat kedutaan besar yaitu Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Australia.

Selain itu, Komando Peninggalan dan Sejarah Kelautan Angkatan Laut AS, Museum Maritim Australia, Museum Angkatan Laut Inggris, Museum Kelautan Belanda serta Universitas Keizai Tokyo ikut membantu.


Setelah resmi dibuka, pameran ini akan berlangsung selama satu tahun dan ditujukan untuk menarik wisatawan asing yang tertarik dengan sejarah kemaritiman.

Selain itu, pameran ini berharap bisa memberikan pandangan baru kepada warga Indonesia terkait periode penting dalam sejarah negeri ini.

"Kami sangat gembira karena Museum Bahari terpilih untuk menggelar pameran ini. Tema pameran sesuai dengan semangat kemaritiman kami di mana sejarah dan peristiwa kelautan bisa dipamerkan," kata Direktur Museum Bahari, Husnison Nizar.

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menilai, sebagai negeri dengan sejarah kelautan yang panjang maka periode yang akan dipamerkan ini cukup penting dalam membuka jalan kemerdekaan Indonesia.

"Pameran ini merekam beberapa hari pada 1942 dan menunjukkan berbagai fakta terkait peristiwa yang saat itu dianggap sebagai pertempuran laut terbesar dalam Perang Dunia II," ujar Dubes Inggris Moazzam Malik lewat pernyataan pers yang diterima Kompas.com.

"Salah satu akibat dua pertempuran itu, adalah tewasnya 2.300 pelaut dan 220 penerbang yang sekitar 10 persennya adalah orang Indonesia yang bertugas di kapal-kapal perang Belanda," tambah Moazzam.

Perang Laut Jawa terjadi pada  Februari 1942 yang sangat menentukan nasib Indonesia atau di masa itu masih dikenal dengan nama Hindia Belanda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X