Korut Dikecam karena Diduga Gunakan Racun VX untuk Bunuh Kim Jong Nam

Kompas.com - 24/02/2017, 18:47 WIB
Kim Jong Nam (kiri) dilaporkan pernah disiapkan menjadi pengganti Kim Jong Il namun akhirnya Kim Jong Un yang menjadi pemimpi tertinggi Korea Utara. Kim Jong Nam tewas diduga akibat dibunuh agen mata-mata Korut.
Associated PressKim Jong Nam (kiri) dilaporkan pernah disiapkan menjadi pengganti Kim Jong Il namun akhirnya Kim Jong Un yang menjadi pemimpi tertinggi Korea Utara. Kim Jong Nam tewas diduga akibat dibunuh agen mata-mata Korut.
EditorPascal S Bin Saju

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Selatan mengecam Korea Utara terkait penggunaan racun syarat VX, yang oleh PBB didikategorikan sebagai senjata pemusnah massal, untuk membunuh Kim Jong Nam.

Pada Jumat (24/2/2017), Seoul mengatakan, pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong Un di Malaysia, 13 Februari lalu, adalah "pelanggaran yang mencolok" atas perjanjian internasional.

“Kami sangat terpukul oleh temuan terbaru otoritas Malaysia bahwa VX telah digunakan untuk membunuh Kim Jong Nam,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korsel dalam pernyataannya seperti dirilis AFP.

Kemenlu Korsel menyebut tindakan itu sebagai sebuah “pelanggaran yang mencolok mata atas Konvensi Senjata-senjata Kimia dan peraturan internasional lainnya”.

Tidak seperti Pyongyang, Seoulpihak yang pertama menuding Korut sebagai dalang pembunuhan Kim Jong Namikut menandatangani konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut pada 1997.

“Penggunaan setiap senjata kimia jelas sangat dilarang untuk berbagai alasan apa pun dan di mana pun,” kata Kemenlu Korsel dalam pernyataannya itu.

Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah dokumennya pada tahun 2014, yang disebut Defence White Paper menyebutkan bahwa Korut mulai memproduksi senjata kimia pada tahun 1980-an.

Disebutkan dalam dokumen itu, Korut menyetok antara 2.500 hingga 5.000 ton.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X