Kompas.com - 24/02/2017, 06:26 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

NEW YORK, KOMPAS.com - Charles Harder, Pengacara Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump mengajukan lagi gugatan terkait kasus pencemaran nama baik terhadap surat kabar Inggris Daily Mail, dengan perubahan rumusan.

Dalam gugatan awal disebutkan Melania Trump telah kehilangan kesempatan sekali seumur hidup untuk meraih keuntungan dalam bisnisnya, akibat artikel yang dimuat Daily Mail.

Gugatan awal itu membuat para pengamat mempertanyakan apakah ia bermaksud memperoleh sesuatu yang bersifat finansial dari kedudukannya sebagai Ibu Negara?

Dalam berita yang dipermasalahkan itu, Daily Mail menuduh Melania pernah berprofesi sebagai seorang perempuan pendamping, sebelum kemudian mencabut artikel itu.

Melania Trump menuntut ganti rugi senilai 150 dollar AS atau kira-kira hampir Rp 2 triliun atas pemberitaan itu.

Baca: Sasar Ganti Rugi Rp 2 Triliun, Melania Trump Kembali Gugat Daily Mail

Disebutkan pula dalam gugatan awal, Melania Trump memiliki kesempatan unik, sekali seumur hidup, untuk meluncurkan merek komersial berdimensi luas, dalam berbagai kategori produk.

Masing-masing bisa menghasilkan berjuta-juta dollar AS dari hubungan bisnis bertahun-tahun saat Melania menjadi salah satu perempuan yang paling banyak difoto di seluruh dunia.

Kategori-kategori produk itu meliputi pakaian, aksesoris, sepatu, perhiasan, kosmetik, perawatan rambut, perawatan kulit dan wewangian.

Menjawab berbagai kecaman kepada media AS, Charles Harder membantah tudingan Melania Trump memiliki rencana untuk meraup keuntungan dari statusnya sebagai Ibu Negara.

"Itu hal yang tidak mungkin. Setiap pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan ini, pasti merupakan kesalahpahaman," kata dia dalam sebuah pernyataan.

Gugatan terbaru ini diajukan di New York, Jumat (17/2/2017) lalu, dan berfokus pada tekanan emosional yang diderita akibat laporan Daily Mail.

"Pernyataan yang berisi kebohongan dan fitnah tentang Melania Trump telah menyebabkan kerusakan luar biasa bagi reputasi profesional maupun personal dan prospek peluang ekonominya," kata dia.

"Serta tekanan emosional akibat penghinaan signifikan itu," sambungnya.

Saat menarik kembali artikel yang dimuat pada 20 Agustus itu, Daily Mail mengatakan mereka tidak berniat untuk menyatakan atau menunjukkan bahwa tuduhan ini benar.

Mereka juga mengaku tidak berniat untuk menyatakan atau menyebutkan bahwa Nyonya Trump pernah bekerja sebagai perempuan pendamping atau terlibat dalam bisnis seks.

Melania Trump juga telah menggugat seorang blogger AS, Wester Tarpley, karena melontarkan tuduhan serupa dengan Daily Mail.

Kasus ini diselesaikan setelah ia menyampaikan permintaan maaf dan sepakat untuk membayar sejumlah besar uang ganti rugi, kata pengacara Melania.

Awal bulan ini, seorang reporter dari New York Times ditegur oleh atasannya di harian tersebut, karena merujuk Melania Trump sebagai seorang pelacur.

Ia kemudian meminta maaf, dan mengatakan pernyataannya itu didasarkan pada rumor tidak berdasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.