Kompas.com - 21/02/2017, 19:42 WIB
Elor Azaria duduk dikelilingi keluarganya saat menunggu sidang pembacaan putusan yang digelar pada Rabu (4/1/2017). HEIDI LEVINE / POOL / AFP Elor Azaria duduk dikelilingi keluarganya saat menunggu sidang pembacaan putusan yang digelar pada Rabu (4/1/2017).
EditorErvan Hardoko

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pengadilan militer Israel, Selasa (21/2/2017), menjatuhkan hukuman penjara 18 bulan untuk seorang prajurit yang menembak mati pria Palestina yang terluka.

Hakim Maya Heller membacakan vonis ini sebulan setelah Elor Azaria (21) dinyatakan bersalah membunuh Abdul Fatah al-Sharif di Tepi Barat, Maret tahun lalu.

Awalnya jaksa menuntut hukuman penjara selama 3-5 tahun tetapi ketiga hakim sepakat hukuman itu terlalu berat bagi Azaria.

Heller mengatakan, sejumlah hal menjadi pertimbangan hakim seperti kondisi keluarga Azaria dan fakta bahwa sang prajurit berada di daerah konflik saat insiden itu terjadi.

Namun, lanjut Heller, selama persidangan Azaria tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya yang bisa membuat dia mendekam 20 tahun di dalam penjara.

Keluarga Azaria tidak banyak bereaksi atas hukuman yang dijatuhkan hakim, tetapi keluarga korban di Tepi Barat menilai pengadilan itu tak lebih dari sebuah lelucon.

Insiden penembakan yang terjadi di kota Hebron, wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat itu, direkam oleh sejumlah aktivis HAM dan disebarkan ke dunia maya.

Dalam video itu terlihat Sharif (21) tertelungkup di tanah setelah tertembak bersama seorang warga Palestina lainnya setelah menikam seorang tentara Israel.

Saat tertelungkup di tanah itulah Azaria menembak kepala Sharif tanpa didahului provokasi atau ancaman apapun.

Azaria mengaku dia khawatir Sharif mengenakan rompi bom bunuh diri yang bisa membahayakan sejumlah tentara dan warga yang menyaksikan insiden tersebut.

Pengakuan Azaria ini mendapatkan simpati hakim yang langsung menolak pernyataan tersebut.

Sidang Azaria ini digelar pada Mei tahun lalu awalnya di sebuah pengadilan militer di distrik Jaffa di Tel Aviv. Namun, kemudian dipindahkan ke sebuah kompleks militer yang dijaga sangat ketat.




Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X