Dua Juta Pengungsi di 10 Negara Afrika Kekurangan Pangan Akut

Kompas.com - 21/02/2017, 10:33 WIB
Pengungsi Nigeria di kamp Minawao di wilayah Utara Jauh  Kamerun. 

UNHCR/D MbaioremPengungsi Nigeria di kamp Minawao di wilayah Utara Jauh Kamerun.
EditorPascal S Bin Saju

NAIROBI, KOMPAS.com - Dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin (20/2/2017), memperingatkan kekurangan akut dalam bantuan pangan mempengaruhi tak kurang dari dua juta pengungsi di 10 negara Afrika.

Di dalam satu pernyataan bersama, Program Pangan Dunia (WFP) dan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) memperingatkan kekurangan tersebut dapat bertambah parah dalam beberapa bulan ke depan tanpa sumber daya baru untuk memenuhi kebutuhan pangan.

"Hak untuk memperoleh makanan adalah hak dasar manusia. Kami bekerjasama dengan WFP untuk menjamin tak ada pengungsi yang tidur dalam keadaan lapar, tapi dukungan harus datang secepatnya," kata pemimpin UNHCR Filippo Grandi di dalam pernyataan itu.

Kedua badan dunia tersebut mengatakan jatah makanan telah dipangkas secara dramatis – dalam  sebagian kasus sampai 50 persen – dalam  operasi besar termasuk di Kamerun, Chad, Kenya, Mauritania, Sudan Selatan, dan Uganda.

Pemimpin kedua lembaga itu mengatakan pengungsi di Burkina Faso, Djibouti, Burundi, dan Ethiopia telah menghadapi pengurangan komoditas termasuk makanan yang dilengkapi dengan campuran gizi, yang diperlukan untuk menjamin kualitas makanan yang layak.

"Pengungsi sangat ulet, tapi pengurangan bantuan pangan --kadangkala sebanyak 50 persen-- memiliki dampak yang menghancurkan pada kesehatan dan gizi ribuan keluarga," kata Grandi, sebagaimana dikutip Xinhua, Selasa (21/2/2017).

UNHCR dan WFP prihatin bahwa pemotongan yang berkelanjutan atas bantuan pangan akan memiliki konsekuensi parah yang berkaitan dengan perlindungan gizi sementara pengungsi berusaha mengatasinya dengan mengurangi makan, mengeluarkan anak mereka dari sekolah agar tinggal di rumah atau bekerja dan menjual aset keluarga.

Menurut UNHCR, jumlah pengungsi di Afrika hampir dua-kali lipat dari 2,6 juta pada 2011 jadi hampir lima juta pada 2016.

Kepala kedua lembaga tersebut memperingatkan kekurangan pangan akan memiliki konsekuensi buruk pada kesehatan dan perlindungan orang yang rentan, jika dukungan lebih banyak tidak segera diperoleh.

Direktur Pelaksana WFP Ertharin Cousin mengatakan donor telah sangat baik hati dalam menghadapi kebutuhan global yang tak pernah ada sebelumnya tapi menambahkan tak ada pengungsi yang layak ditinggalkan dan diberikan.

"Jutaan pengungsi bergantung atas makanan dari WFP dan pekerjaan kami ialah menangani dan mencegah gizi buruk tetap hidup. Tapi di Afrika mereka menghadapi ancaman diselimuti oleh banyak krisis besar di tempat lain," kata Cousin.

Kedua badan PBB itu menyatakan kondisi gizi para pengungsi tersebut sebelum pengurangan bantuan pangan sudah mengkhawatirkan dan sekarang bertambah parah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X