Dalang Pengeboman Gedung WTC New York Meninggal di Dalam Penjara

Kompas.com - 19/02/2017, 11:48 WIB
Dalam foto yang diambil April 1993 ini memperlihatkan Omar Abdel-Rahman sedang memberikan keterangan kepada wartawan beberapa hari setelah pengeboman Gedung WTC pada 26 Februari. HAI DO / AFP Dalam foto yang diambil April 1993 ini memperlihatkan Omar Abdel-Rahman sedang memberikan keterangan kepada wartawan beberapa hari setelah pengeboman Gedung WTC pada 26 Februari.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Omar Abdel-Rahman, yang disebut-sebut sebagai dalang serangan di Gedung World Trade Center, New York, pada 1993 meninggal dunia di dalam penjara.

Abdel-Rahman yang tunanetra ini dipenjara seumur hidup setelah terbukti bersekongkol dengan para pelaku pengeboman yang menewaskan enam orang dan melukai 1.000 orang lainnya.

Dia juga terbukti merencanakan serangan-serangan lain di berbagai lokasi terkenal di New York, termasuk markas besar PBB, sejumlah jembatan dan terowongan sebagai bagian perang kota yang akan dikobarkannya.

Pemerintah AS mengatakan, pria berusia 78 tahun itu meninggal dunia di lapas North Carolina setelah lama menderita diabetes dan penyakit jantung koroner.

Sebelum pindah ke AS pada 1990, Abdel-Rahman sempat memimpin kelompok militan Al-Gamaa al-Islamiya di Mesir.

Saat itu dia dituduh menerbitkan fatwa yang berujung pada pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1986. Namun, saat itu dia dibebaskan dari semua tuduhan.

Setahun setelah tiba di New York, Abdel-Rahman mendapatkan status penduduk tetap atau permanent resident yang kemudian dia mulai berdakwah di kawasan Brooklyn dan New Jersey.

Para pengikut Abdel-Rahman kerap dikaitkan dengan berbagai serangan teror di berbagai lokasi, termasuk pembunuhan Rabbi Meir Kahane di New York pada 1990 dan pembunuhan seorang penulis Mesir pada 1992.

Setelah disidangkan selama sembilan bulan pada 1995, pengadilan memutuskan Abdel-Rahman bersalah dalam 48 dari 50 dakwaan.

Dia dinyatakan bersalah antara lain dalam plot pembunuhan Presiden Mesir Hosni Mubarak, seorang polisi Yahudi asal New York, dan pembunuhan hakim agung New York yang keturunan Yahudi.

Setahun sebelum pengikutnya menabrakkan dua pesawat terbang ke gedung WTC yang menewaskan hampir 3.000 orang pada 11 September 2001, Osama bin Laden pernah bersumpah akan membebaskan Abdel-Rahman dari penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X