Kompas.com - 17/02/2017, 18:11 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BONN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan keprihatinannya saat berbicara dalam forum pertemuan Menlu G-20 di Bonn, Jerman.

Retno mendapat kesempatan berbicara dalam sesi pertama di bawah tema "Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development".

Menlu RI mengaku prihatin dengan menurunnya komitmen kerja sama internasional dan multilateral yang terjadi belakangan ini.

Ditambah, maraknya berbagai kebijakan yang mementingkan negara masing-masing di sejumlah negara. 

Menurut Retno, perkembangan semacam ini tidak akan membantu masyarakat internasional mencapai target 2030.

Menlu RI lantas meminta negara anggota G-20 untuk tetap menunjukkan komitmen dan terus melakukan kerja sama internasional yang saling menguntungkan.

“Untuk memastikan keberhasilan Agenda 2030 secara global, negara anggota G-20 harus dapat membantu negara berkembang," kata dia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (17/2/2017).

Bantuan itu diberikan dengan memastikan adanya bantuan kapasitas yang memadai, dan kerja sama pendanaan, serta teknologi bagi implementasi Agenda 2030.

Retno menegaskan, kerja sama internasional merupakan kunci dalam mencapai implementasi penuh dari Agenda 2030 tersebut.

“Kepala negara kita menyepakati Agenda 2030 mengenai pembangunan berkelanjutan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dunia," kata Retno.

Pertemuan Menlu G-20 pertama ini dibuka dan diketuai oleh Menteri Luar Negeri Republik Federal Jerman, Sigmar Gabriel.

Ajang ini berlangsung pada tanggal 16-17 Februari 2017 dan merupakan kontribusi para Menteri Luar Negeri G-20.

Mereka berupaya mengatasi berbagai tantangan global dan menciptakan kondisi kondusif bagi pertumbuhan ekonomi global.

Tema dari pertemuan Menlu G-20 ini adalah “Shaping the Global Order - Foreign Policy Beyond Crisis Management”.

Agenda 2030 terdiri dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs) atau Tujuan Global, yang akan menjadi tuntunan kebijakan dan pendanaan hingga 2030.

Demi mengubah agenda itu menjadi aksi nyata, para pemimpin dunia bertemu pada 25 September 2015, di Markas PBB di New York untuk memulai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Tujuan ini diformulasikan sejak 19 Juli 2014 dan diajukan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh Kelompok Kerja Terbuka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dalam proposal ini terdapat 17 tujuan dengan 169 capaian yang meliputi masalah pembangunan yang berkelanjutan.

Termasuk di dalamnya adalah pengentasan kemiskinan dan kelaparan, perbaikan kesehatan, pendidikan, pembangunan kota yang lebih berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim, serta melindungi hutan dan laut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.