Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/02/2017, 09:59 WIB
EditorPascal S Bin Saju

NEW YORK, KOMPAS.com –  Para pihak di Timur Tengah didesak agar "bertindak secara bertanggung jawab" pada saat fanatisme, pertumpahan darah, dan pengungsian terus merongrong kawasan.

Desakan disampaikan Nickolay Mladenov, koordinator khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi perdamaian Israel-Palestina Dewan Keamanan terkait situasi terkini di sana.

Menurut Mladenov, konflik di Timur Tengah tidak boleh dibiarkan jatuh ke dalam jurang ekstremisme dan radikalisme yang saat ini melanda wilayah tersebut, seperti disampaikan dalam situs internal PBB, www.un.org pada Kamis (16/2/2017).

Dia mengatakan, rakyat Palestina, Israel, dan masyarakat internasional mempunya kewajiban untuk bertindak secara bertanggung jawab untuk mencegah eskalasi ketegangan.

"Palestina, Israel dan masyarakat internasional memiliki tugas untuk bertindak secara bertanggung-jawab, menghindari peningkatan ketegangan, menahan diri dari tindakan sepihak, dan bekerja-sama guna mewujudkan perdamaian," katanya.

Tindakan sepihak akan menyeret kawasan ke pertikaian panjang dan berisiko tinggi. "Kita tak pernah boleh membiarkan konflik Israel-Palestina terseret ke dalam jurang ekstremisme dan radikalisme yang melanda wilayah ini," ujar Mladenov.

“Sayangnya, hari ini, tindakan sepihak membuat semua pihak kembali jalur tabrakan dengan resiko besar," kata Mladenov.

Dia memperingatkan fenomena itu menyuguhi makan buat intoleransi, kekerasan, dan fanatisme agama jauh ke luar wilayah tersebut.

Sementara LKBN Antara mengutip Xinhua melaporkan bahwa, Mladenov prihatin dengan kekerasan yang terjadi setiap hari di kawasan Timur Tengah.

Apa yang disebut serangan "seorang diri" terhadap warga sipil Israel, meskipun berkurang jauh dibandingkan dengan pada 2016, masih terus terjadi.

Mladenov mengatakan, solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya cara mencapai aspirasi nasional yang sah buat kedua bangsa, sebagaimana telah diakui oleh Kuartet Internasional dan Dewan Keamanan PBB.

Kuartet adalah kelompok diplomatik yang meliputi Uni Eropa, PBB, Amerika Serikat dan Rusia, dalam upaya mencari penyelesaian dua-negara bagi masalah Israel-Palestina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.