Netanyahu Segera Bertemu Trump, Tolak Kemerdekaan Palestina

Kompas.com - 13/02/2017, 20:22 WIB
Para pemukim Yahudi berlarian dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel yang mengevakuasi permukiman ilegal Amona di Tepi Barat, Rabu (1/2/2017). AP PHOTOPara pemukim Yahudi berlarian dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel yang mengevakuasi permukiman ilegal Amona di Tepi Barat, Rabu (1/2/2017).
EditorPascal S Bin Saju

JERUSALEM, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak terbentuknya negara Palestina, kata seorang anggota kabinet senior negara tersebut pada Senin (13/2/2017).

Menteri Keamanan Publik, Gilan Erdan, menyampaikan hal tersebut menjelang kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden Donald Trump, pekan ini, seperti dilaporkan Reuters pada Senin ini.

Hingga kini masih belum diketahui apakah Netanyahu akan menyampaikan sikap tersebut secara terbuka dalam pertemuan itu.

Netanyahu selama ini belum pernah menarik dukungan pada kemerdekaan Palestina secara terbuka. Juru bicara PM Israel itu juga menolak berkomentar.

Erdan adalah politikus dari Partai Likud yang dikepalai oleh Netanyahu.

"Saya kira, semua anggota kabinet keamanan, dan terutama perdana menteri sendiri, menolak berdirinya negara Palestina," kata Erdan kepada stasiun radio militer, Minggu (12/2/2017), menjelang keberangkatan Netanyahu ke Washington pada Rabu (15/2/2017).

"Tidak ada yang beranggapan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, negara Palestina adalah sesuatu yang benar-benar terwujud," kata dia dalam wawancara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, saat ditanya apakah Netanyahu akan terbuka menyatakan sikap penolakan itu saat bertemu Trump, Erdan mengatakan, "perdana menteri harus mempertimbangkan beberapa hal dan bagaimana pertemuan berlangsung. Tidak ada yang tahu sikap presiden dan para stafnya."

Palestina kini tengah memperjuangkan kemerdekaan di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota.

Berdirinya negara Palestina itulah yang disebut sebagai solusi dua negara.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.