Kompas.com - 12/02/2017, 07:26 WIB
Jumlah orang yang dieksekusi di AS makin menurun sejak 1999.
Getty Images/BBCJumlah orang yang dieksekusi di AS makin menurun sejak 1999.
EditorPascal S Bin Saju

COLUMBUS, KOMPAS.com - Gubernur Ohio, Amerika Serikat, John Kasich, menunda eksekusi mati terhadap delapan terpidana karena sengketa legalitas atas penggunaan obat untuk suntik mati.

Seorang hakim menyatakan bahwa proses eksekusi dengan tiga obat suntik yang diajukan negara bagian itu tidak konstitusional, namun pemerintah negara bagian Ohio mengajukan banding.

Hakim itu melarang penggunaan obat-obatan itu untuk melumpuhkan narapidana dan menghentikan jantungnya, seperti dilaporkan BBC.

Kasich menjelaskan, masalah hukum itu mengharuskan dilakukannya penundaan. Namun, ia yakin pemerintah akan memenangkan banding sehingga eksekusi akan tetap dilaksanakan.

Salah satu terpidana, Ronald Phillips, dijadwalkan untuk dieksekusi pada 15 Februari untuk kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap bocah tiga tahun, anak pacarnya sendiri.  Eksekusi atas Philips dijadwalkan ulang menjadi 10 Mei.

Menurut Gubernur Kasich, "penundaan ini diperlukan untuk memungkinkan berlangsungnya seluruh proses hukum secara semestinya, dan memastikan bahwa Ohio bisa melangsungkan eksekusi setelah banding dikabulkan."

Sidang banding akan digelar di Cincinnati tanggal 21 Februari.

Seorang pengacara pemerintah mengatakan bahwa mereka mengontak tujuh negara bagian untuk mendapatkan Pentobarbital, obat yang digunakan untuk suntuik mati, namun ditolak.

Angka eksekusi di AS mencapai puncaknya tahun 1999 dengan 98 eksekusi, namun kemudian menurun. Tahun 2016, di AS dilakukan 20 hukuman mati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X