KJRI Davao City Imbau WNI di Filipina Selatan Waspada

Kompas.com - 08/02/2017, 18:29 WIB
Anggota pasukan Tentara Rakyat Baru (NPA), sayap militer Partai Komunis Filipina, yang sudah memberontak sejak 1969. AFPAnggota pasukan Tentara Rakyat Baru (NPA), sayap militer Partai Komunis Filipina, yang sudah memberontak sejak 1969.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com — Berakhirnya gencatan senjata antara Pemerintah Filipina dan pemberontak komunis membuat kondisi di wilayah selatan Filipina memanas.

Karena itu, warga negara asing, termasuk dari Indonesia, yang berada di wilayah selatan Filipina diimbau agar meningkatkan kewaspadaan.

Atas dasar itulah, KJRI Davao City menerbitkan surat edaran untuk warga Indonesia terkait perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Dalam surat edarannya, KJRI Davao City mengimbau agar WNI di wilayah selatan Filipina lebih waspada atas kemungkinan terjadinya bentrok antara tentara pemerintah dan pemberontak komunis.


KJRI juga mengimbau warga Indonesia agar tidak bepergian ke kawasan yang dinyatakan rawan demi menghindari berbagai hal yang tak diinginkan.

Jika mendapatkan masalah atau gangguan keamanan, warga Indonesia bisa menghubungi Kompol Wahyu Candra Irawan di KJRI Davao City di nomor telepon +63 917 551 9400.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat (3/2/2017) mengakhiri gencatan senjata dengan pemberontak komunis yang dilakukan sejalan dengan proses perundingan tahun lalu.

Keputusan itu diambil dua hari setelah Partai Komunis Filipina mengumumkan secara sepihak untuk mengakhiri gencatan senjata.

Militer Filipina kemudian mengatakan, selama sepekan saja sebanyak enam orang prajurit tewas akibat serangan pemberontak komunis.

"Saya kehilangan banyak prajurit hanya dalam waktu 48 jam, maka saya berpikir melanjutkan gencatan senjata tak akan menghasilkan sesuatu," ujar Duterte dalam pidatonya.

"Saya sebenarnya tak ingin melakukan ini, tetapi inilah yang diinginkan komunis, tak ada lagi yang bisa saya lakukan. Jadi, mari berperang hingga 50 tahun lagi," kata Duterte.

Duterte tak menjelaskan apakah rencana pembicaraan damai putaran keempat yang dijadwalkan digelar di Oslo, Norwegia, pada April mendatang juga akan dihentikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X