Kompas.com - 03/02/2017, 21:48 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com - Ratusan toko kelontong dan warung milik warga AS keturunan Yaman yang biasa disebut bodega, tutup selama beberapa jam.

Langkah ini dilakukan untuk memprotes kebijakan pembatasan imigrasi yang diterapkan Presiden Donald Trump.

Diperkirakan terdapat sekitar 6.000 bodega di New York dan aksi protes pada Kamis (2/2/2017) petang waktu setempat tersebut diikuti lebih dari 1.000 warung.

Salah satu toko yang tutup adalah milik Adnan Alshabbi. Toko ini biasanya buka 24 jam dan ramai dikunjungi warga New York yang ingin membeli sandwich pada pukul 4.00 atau 5.00 pagi.

Salah seorang peserta aksi protes ini adalah Sulaiman Alaodyi, pemuda berusia 24 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai kasir di warung Best and Tasty di kawasan Bronx.

"Kami ingin mengirim pesan bahwa kami berada di sini ... kami memprotes sebagai simbol solidaritas kepada sesama saudara kami yang ditahan di bandara atau yang tertahan di bandara di negara lain," kata Alodyi.

"Ini jelas tidak adil," tambahnya.

Protes menurup warung dan toko kelontong milik warga Amerika keturunan Yaman diserukan melalui Facebook, yang menyatakan bahwa toko-toko dan warung ini punya peran penting dalam menggerakkan perekonomian di New York.

Selain itu, toko dan warung ini juga punya peran sebagai 'perekat sosial'.

"Selama penutupan berlangsung, para pemilik menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat untuk saling dukung satu sama lain."

Saat toko dan warung ditutup, digelar pula aksi unjuk rasa di depan balai kota Brooklyn yang diikuti ratusan warga Amerika keturunan Yaman. Mereka memadati anak tangga di depan balai kota sambil melambaikan bendera Amerika.

"Kami beraksi di sini demi keadilan dan martabat kemanusiaan," kata salah seorang pesert aksi, Yousef al-Baadani.

Presiden AS Donald Trump menandatangani keputusan melarang masuk ke Amerika bagi warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim yakni Iran, Irak, Yaman, Suriah, Libya, Somalia, dan Sudan selama 90 hari.

Selain warga negara-negara Muslim ini, para pengungsi khususnya yang berasal dari Suriah juga dilarang masuk ke AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.