Parlemen Inggris Putuskan Dimulainya Proses Resmi Brexit

Kompas.com - 02/02/2017, 05:32 WIB
Mendagri Inggris Theresa May saat berjalan ke kantor PM David Cameron di Downing Street 10 untuk menghadiri rapat kabinet. Theresa menjadi kandidat kuat pengganti Cameron yang menyatakan mundur pasca-kalah dalam referendum Brexit. LEON NEAL / AFP Mendagri Inggris Theresa May saat berjalan ke kantor PM David Cameron di Downing Street 10 untuk menghadiri rapat kabinet. Theresa menjadi kandidat kuat pengganti Cameron yang menyatakan mundur pasca-kalah dalam referendum Brexit.
EditorGlori K. Wadrianto

LONDON, KOMPAS.com - Parlemen Inggris, lewat pemungutan suara Rabu (1/2/2017) malam waktu setempat, memutuskan untuk memulai proses resmi keluar dari Uni Eropa.

Sebanyak 498 suara memberi persetujuan kepada Perdana Manteri Theresa May untuk memulai perundingan, sementara 114 suara menentang.

Partai Nasional Skotlandia dan Liberal Demokrat sejak awal menyatakan menentang.

Di sisi lain, 47 anggota Partai Buruh memilih untuk tidak sejalan dengan kepemimpinan partai yang mendukung Brexit.

Di kubu Partai Konservatif yang memerintah, mantan Menteri Keuangan Ken Clarke, yang pro-Uni Eropa, memberikan suara melawan Brexit.

RUU Uni Eropa kini akan dibawa ke Majelis Tinggi sebelum ditetapkan sebagai UU. Namun diperkirakan tidak akan menghadapi penentangan.

PM May sudah memutuskan batas waktu 31 Maret untuk memicu Pasal 50 Traktat Lisbon, yang menjadi awal dari proses perundingan dengan Uni Eropa untuk memisahkan diri.

Proses tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun.

Debat di parlemen dan perhitungan suara ini menyusul keputusan Mahkamah Agung bahwa parlemen harus memberikan suara dalam proses Brexit.

Hal itu tetap harus dilakukan, walaupun hasil referendum pada Juni 2016 menetapkan 51,9 persen suara ingin Inggris keluar dari Uni Eropa, dan 48,1 persen tetap berada di blok tersebut.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson -salah seorang pendukung Brexit, menyambut baik hasil di parlemen.

Di halaman Facebook-nya dia menulis, "Kami mungkin meninggalkan traktat Uni Eropa. Kami tidak meninggalkan Eropa".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X