Kompas.com - 01/02/2017, 06:23 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Di dalam dokumen itu ditegaskan, perintah eksekutif Trump yang ditandatangani akhir pekan lalu telah melawan nilai-nilai yang hidup di tengah bangsa AS.

Perintah itu pun akan memicu sentimen anti-AS dalam pergaulan internasional.

"Kebijakan yang menutup pintu bagi 200 juta pendatang legal di AS, demi sebuah keyakinan untuk mencegah masuknya segelintir orang yang berniat mengancam AS dengan menggunakan sistem visa yang ada, hal itu tak akan membuat negara ini lebih aman."

Demikian pernyataan para diplomat yang dituangkan dalam rancangan telegram perbedaan pendapat tersebut.

"Pelarangan ini melawan jiwa bangsa Amerika dan melawan nilai konstitusi AS yang menjadi janji kami saat dilantik sebagai pejabat federal." 

Telegram perbedaan pendapat adalah sebuah mekanisme bagi para diplomat AS untuk menyampaikan perbedaan pandangan secara internal terkait kebijakan Pemerintah AS.

Mekanisme ini dibuat saat pecah Perang Vietnam, dan terakhir banyak digunakan oleh diplomat untuk mengkritik Presiden Barack Obama terkait kebijakannya tentang konflik di Suriah.

Dalam kasus tersebut, Menteri Luar Negeri John Kerry bertemu dengan para diplomat yang berbeda pandangan itu untuk berdiskusi tentang keprihatinan mereka.

Hingga hari ini, pemilihan kandidat menteri luar negeri dalam kabinet Trump, Rex Tillerson, masih menunggu persetujuan dari senat.

Belum diperoleh informasi, apakah Tillerson akan memberikan tanggapan atas munculnya memo tersebut.

Baca: Pilah Kebijakan Imigrasi Berdasar Agama, Trump Langgar Konstitusi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.