Presiden Iran Pun Bersuara Atas Sikap Presiden Trump

Kompas.com - 28/01/2017, 17:14 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sidang umum PBB di New York, Sabtu (26/9/2015). APPresiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sidang umum PBB di New York, Sabtu (26/9/2015).
EditorGlori K. Wadrianto

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani akhirnya melontarkan kritik kepada koleganya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rouhani menyebut, saat ini bukan lagi waktunya untuk membangun tembok pemisah antara negara.

"Mereka lupa bahwa tembok Berlin pun runtuh bertahun-tahun lalu. Bahkan, jika pun kini masih ada dinding yang memisahkan negara, maka itu harus dihapus," kata Rouhani, seperti dikutip AFP.

Hal itu diungkapkan Rouhani saat berbicara dalam sabuah konferensi pariwisata yang berlangsung di Teharan, Sabtu (28/1/2017).

Komentar ini muncul menyusul perintah Trump agar proses pembangunan tembok yang memisahkan Meksiko dan AS segera dibangun.

Tembok itu menjadi bagian dari janji kampanye Trump, yang salah satunya diyakini untuk mengatasi persoalan imigran ilegal. 

Pernyataan Rouhani ini pun keluar hanya beberapa saat setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan pemberian visa untuk tujuh negara, termasuk Iran.

Baca: Trump Resmi Batasi Laju Imigran dari 7 Negara Ini

Terkait penghentian visa hingga 90 hari ke depan, Rouhani tak menyinggungnya secara lugas.

Namun dia mengatakan, Iran kini telah membuka pintu untuk warga negara asing yang hendak berkunjung.

Hal itu terjadi sejak penandatanganan kesepakatan nuklir Iran di tahun 2015 lalu.

Dengan jumlah lebih ari satu juta warga Iran yang hidup di AS, banyak keluarga tentu menaruh perhatian besar dengan kebijakan Trump ini.

Hal itu pun dialami oleh warga di enam negara lainnya, yakni  Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Boikot

Pada Kamis lalu, Taraneh Alidoosti, salah satu aktris populer Iran mengaku akan memboikot pelaksanaan ajang Academy Awards bulan depan.

Hal ini dilakukannya sebagai bentuk protes atas kebijakan visa itu.

"Visa Trump terlarang untuk warga Iran, itu tindakan rasial. Apakah ini menyangkut ajang kebudayaan atau bukan, saya tak akan datang di ajang #AcademyAwards 2017."

Demikian ditulis Alidoosti di akun Twitter-nya. Alidoosti adalah salah satu bintang yang masuk dalam daftar nominasi peneriman piala Oscar untuk film "The Salesman".

Kebijakan tanpa visa bagi warga dari tujuha negara ini pun masih bisa diperpanjang lebih dari 90 hari, jika negara yang bersangkutan tidak memberikan informasi yang lengkap saat pemeriksaan.

Informasi itu menyangkut orang-orang yang berniat masuk ke wilayah AS. 

Sejumlah warga Iran yang ditanyai terkait kebijakan Trump itu umumnya mengaku bingung.

"Di AS sendiri, penduduk yang tinggal di sana mayoritas adalah imigran. Untuk memilih sejumlah negara dan menyebut mereka teroris, sangat tidak masuk akal," kata Mohsen Najari.

Mohsen Najari adalah lelaki berusia 33 tahun yang tinggal di Ibu Kota Iran.

Sejak tahun 1980, Teheran dan Washington tidak terikat hubungan diplomatik.

Hal itu terjadi menyusul penyerbuan kelompok pelajar ke Kedutaan AS setelah terjadi revolusi Islam yang menggulingkan pemerintah sokongan AS di sana. 

"Tidak ada kaitannya dengan terorisme, Iran dan AS cuma tak punya hubungan yang baik saja," kata Sima, seorang warga Teheran.

"AS punya hubungan yang baik dengan Arab Saudi, jadi tak masalah ada berapa teroris yang masuk ke AS dari Arab Saudi," cetus warga berusia 27 tahun itu. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X