Kompas.com - 26/01/2017, 18:08 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menghentikan program pengungsi AS selama empat bulan ke depan.

Selain itu, Trump juga disebut bakal menghentikan visa bagi warga dari tujuh negara-negara Muslim.

Rancangan perintah eksekutif itu dipublikasikan harian the Washington Post dan New York Times.

Seperti dikutip AFP, Kamis (26/1/2017), di draf itu disebut, penangguhan bagi pengungsi dari wilayah perang di Suriah dilakukan tanpa batas waktu. 

Sementara, secara umum program pengungsian itu ditangguhkan selama 120 hari, sejalan dengan upaya pemerintah AS merinci daftar negara-negara berisiko rendah.

Selanjutnya, seluruh aplikasi visa dari negara-negara dengan ancaman terorisme akan dihentikan hingga 30 hari ke depan.

Ketujuh negara itu adalah Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman.

Sementara itu, Pentagon akan diberi waktu 90 hari untuk menyusun rencana dalam mendirikan "zona aman" di atau dekat Suriah, di mana para pengungsi dari perang saudara bisa berlindung.

Tidak jelas apakah draf yang dipublikasikan itu adalah versi final. Tak disebutkan kapan Trump menandatangani itu. Kendati demikian, hal ini merupakan bagian dari realisasi janji kampanyenya.

Kepada ABC News, Rabu malam, Trump mengaku bahwa rencananya untuk membatasi warga Muslim masuk ke AS merupakan hal yang penting. Sebab, saat ini dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat kacau.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.