Kompas.com - 26/01/2017, 07:57 WIB
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Ronaldo SCHEMIDT / AFP Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.
EditorErvan Hardoko

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Keputusan Presiden AS Donald Trump meneken perintah eksekutif untuk memulai pembangunan tembok di perbatasan Meksiko, langsung memicu reaksi.

Para politisi dan pejabat publik Meksiko mendesak Presiden Enrique Pena Nieto membatalkan kunjungan kerjanya ke Washington DC bulan ini.

"Jika kunjungan kenegaraan diumumkan, dia (Presiden Nieto) akan disambut pintu yang dibanting di depan wajahnya," kata Cuauhtemoc Cardenas, mantan kandidat presiden sekaligus politsi berhaluan kiri Meksiko.

"Saya pikir kita setidaknya dalam kondisi ini adalah membatalkan kunjungan ke AS dan mencari posisi yang bermartabat bagi  Meksiko," tambah Cardenas.

Presiden Pena Nieto yang popularitasnya di dalam negeri hanya mencapai 12 persen, terendah sepanjang sejarah Meksiko, nampaknya terjebak dalam sebuah situasi sulit.

Jika dia membiayai pembangunan tembok itu maka akan menimbulkan kemarahan rakyat Meksiko. Namun, jika tak membayar maka dia memicu masalah dengan Amerika Serikat, khususnya Donald Trump.

"Apapun keputusan yang diambil adalah sama buruknya. Pertanyaannya, seberapa buruk?" ujar Esteban Illades, editor majalah terbitan Meksiko, Nexos.

Sementaara mantan pemimpin Partai Revolusi Demokratik, Agustin Basave, pemerintah Meksiko harus menunjukkan bahwa negeri itu tak akan mengalah kepada AS.

"Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa kita akan mengevaluasi kerja sama dengan AS di bidang keamanan dan imigrasi," ujar Basave kepada harian Reforma.

Beberapa tokoh lain, seperti mantan presiden Vicente Fox lebih lugas dalam menanggapi masalah ini. Lewat akun Twitter-nya Fox menegaskan, Meksiko tak akan membayar pembangunan tembok itu.

Namun, di sisi lain Meksiko ingin menyelamatkan kesepakatan perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA), yang memberikan lebih dari 500 miliar dolar per tahun bagi Meksiko lewat perdagangan lintas batas.

Meski awal pekan ini, Menteri Perekonomian Ildefonso Guajardo mengatakan, pemerintah Meksiko sedang mempertimbangkan untuk keluar dari NAFTA.

Sayangnya, meninggalkan pasar AS sangat sulit bagi Meksiko yang mengekspor 80 persen komoditasnya ke negeri tetangganya di sebelah utara itu.

Ironisnya, meski Presiden Pena Nieto mengakui Meksiko memerlukan hubungan lebih kuat dengan negara-negara di kawasan, tetapi Meksiko justru batal hadir dalam KTT negara Amerika Latin dan Karibia.




Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X