Apakah Trump Jadi Membangun Tembok Pembatas di Perbatasan Meksiko?

Kompas.com - 25/01/2017, 17:35 WIB
Presiden AS Donald Trump mulai menjalankan tugas eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, Amerika Serikat. Elle Decor/Getty ImagesPresiden AS Donald Trump mulai menjalankan tugas eksekutifnya di Ruang Oval, Gedung Putih, Amerika Serikat.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON, KOMPAS.comPresiden AS Donald Trump siap mengambil langkah awal untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko pada saat menandatangani sejumlah perintah eksekutif, Rabu (25/1/2017).

"Hari besar dalam hal keamanan nasional direncanakan besok (Rabu), di antaranya kami akan membangun tembok," kata Trump lewat akun Twitter-nya, Selasa (24/1/2017) malam.

Salah satu janji kampanye Trump adalah membangun tembok pembatas sepanjang 3.200 kilometer di perbatasan AS dan Meksiko.

Sebagian perbatasan kedua negara memang sudah dipagari, tetapi Trump bersikukuh temboklah yang dibutuhkan untuk menghentikan imigran ilegal masuk dari Amerika Latin.

Memangkas jumlah imigran dari wilayah selatan benua Amerika juga merupakan salah satu janji utama dalam kampanyenya.

Namun, sejumlah kalangan menyampaikan keraguan soal manfaat tembok mengurangi jumlah imigran.

Para pengamat juga mempertanyakan manfaat dari proyek bernilai miliaran dollar ini jika masih ada cara lain yang lebih murah, tetapi dengan hasil yang sama.

Namun, isu ini sudah terlanjut menjadi janji yang dinantikan masyarakat ekstrem kanan AS, yang merupakan pendukung utama Trump.

Hal lain yang membuat ide Trump ini menimbulkan pertanyaan adalah sebagian besar tanah yang akan dilewati tembok merupakan tanah milik warga.

Artinya, pemerintahan Trump harus melalui proses hukum yang panjang ditambah pembayaran kompensasi yang mahal sebelum tembok itu bisa dibangun.

Meski demikian, dalam kampanyenya, Trump berjanji akan memaksa pemerintah Meksiko membayar pembangunan tembok pembatas itu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X