Aksi Women's March Menolak Trump Mendunia, dari Eropa hingga Australia

Kompas.com - 22/01/2017, 08:54 WIB
Aksi demonstrasi di Paris, Perancis, Sabtu (21/1/2017), menyuarakan penolakan terhadap Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump. (AFP Photo/Eric Feferberg)Aksi demonstrasi di Paris, Perancis, Sabtu (21/1/2017), menyuarakan penolakan terhadap Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump.
EditorBayu Galih

KOMPAS.com — Aksi penolakan terhadap Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump, tidak hanya terjadi di AS. Demonstrasi besar juga terjadi di sejumlah kota besar dunia.

Aksi demonstrasi terjadi di London, Paris, Barcelona, Roma, Amsterdam, Praha, dan Geneva, sebagai solidaritas terhadap aksi Women's March yang berlangsung di sejumlah kota besar di AS.

Dilansir dari AFP, massa memadati Trafalgar Square di London, Inggris, Sabtu (21/1/2017) waktu setempat. Mereka mengutuk sikap Trump yang selama ini dikenal sebagai figur yang intoleran, rasialis, dan sering melecehkan perempuan.

Adapun aksi serupa terjadi di dekat Menara Eiffel, Paris, Perancis. Ribuan orang berkumpul dan menyuarakan pesan-pesan perdamaian, selain menyampaikan kritik terhadap sikap Trump.

"Saya ada di sini untuk semua perempuan dan semua kaum minoritas karena Trump merupakan ancaman terhadap kemanusiaan," kata Kendra Wergin, warga AS yang berada di Paris.

"Dia (Trump) berbahaya bagi seluruh dunia," kata Francoise Seme Wallon, perempuan berusia 70 tahun yang merupakan aktivis European Union of Women dan ikut turun ke jalan.

Aksi turun ke jalan tidak hanya dilakukan di pusat keramaian. Kedutaan Besar AS pun menjadi tujuan. Hal ini antara lain terjadi di Berlin (Jerman) dan Lisabon (Portugal).

Demonstrasi serupa juga terjadi di Australia dan Selandia Baru. Massa memadati jalanan kota Sydney dan Melbourne di Australia, serta di Wellington dan Auckland, Selandia Baru, dengan pesan yang sama, mengkritik sikap Trump.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X