Hadiri Pelantikan Donald Trump, Hary Tanoe Tanggapi soal Pilpres 2019

Kompas.com - 21/01/2017, 22:23 WIB
Harry Tanoe usai menghadiri upacara pelantikan Presiden Donald Trump di Washington DC, 20 Januari 2017. VOAHarry Tanoe usai menghadiri upacara pelantikan Presiden Donald Trump di Washington DC, 20 Januari 2017.
EditorTri Wahono

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bos Media Nusantara Citra (MNC) Group Hary Tanoesoedibjo menanggapi kabar beredar soal pencalonannya pada Pilpres 2019 di sela-sela acara pelantikan Presiden AS Donald Trump.

Meskipun memiliki pengalaman bisnis dan politik yang cukup lengkap, pria yang akrab dipanggil Hary Tanoe itu mengatakan terlalu pagi untuk memutuskan apakah ia akan kembali ikut bertarung pada pemilu 2019.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan VOA Eva Mazrieva dalam wawancara pada akhir pelantikan Presiden Donald Trump, Jumat (20/1/2017) siang.

"Terlalu pagi untuk memutuskan sekarang. Mungkin pada semester kedua tahun 2018 saya baru memutuskan akan maju atau tidak," ujarnya seperti dikutip VOA Indonesia.

Menurut Hary Tanoe, Indonesia memerlukan pemimpin yang mengerti dan bisa menyelesaikan masalah, memberi solusi bagaimana tingkat perekonomian bisa tumbuh pesat tapi pada saat bersamaan tidak menambah kesenjangan sosial sehingga masyarakat bawah bisa terangkat kesejahteraannya. Kemudian, bagaimana mempercepat pendidikan, meningkatkan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, melawan narkoba, juga pertahanan keamanan.

"Kalau saya melihat ada calon pemimpin pada 2019 yang mampu meyakinkan bisa mengatasi hal tadi, saya lebih baik mendukung yang bersangkutan. Tapi jika tidak ada, mungkin saya akan maju," ujar Hary.

Hary Tanoe hadir di antara massa yang menghadiri pelantikan Presiden Donald Trump di Capitol Hill, Washington DC. Presiden Komisaris MNC yang membawahi empat stasiun televisi berskala nasional itu mengatakan diundang untuk mengikuti seluruh acara, mulai dari konser hingga pesta pelantikan.

"Saya diundang dalam kapasitas sebagai partner karena ada proyek yang kita kerjakan di Bogor dan Bali. Saya diundang di semua acara, mulai dari kemarin di welcome concert, swearing in, parade, dinner, dan afterparty," jelasnya.

Hary Tanoe, panggilan akrab pengusaha terkaya ke-29 di dunia versi majalah Forbes itu, menampik anggapan bahwa bahwa kehadirannya atau bisnis yang dijalinnya sejak lama dengan Donald Trump akan memicu konflik kepentingan.

"Saya rasa tidak karena kerja sama ini sudah terjadi sejak ia belum mencalonkan diri sebagai calon presiden, kecuali jika ketika itu ia sudah mencalonkan diri sebagai presiden atau memenangkan pemilu dan baru dirancang kerja sama baru, nah itu baru ada konflik kepentingan. Apalagi beliau memutuskan anak-anaknya yang akan melanjutkan bisnisnya. Sejak jadi presiden pun ia sudah memutuskan tidak ada bisnis baru yang dilakukan oleh organisasi Trump," ujarnya.

Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters sehari sebelumnya, Hary Tanoesoedibjo mengatakan telah menandatangani kesepakatan bisnis dengan Donald Trump pada awal 2015 atau jauh sebelum pemilu Amerika. Kesepakatan itu mencakup pembangunan dua resor di Bogor dan Bali, yang akan dikelola oleh Trump Hotel Collection, yang berada di bawah payung Trump Organization. MNC telah menanamkan investasi antara 500 juta hingga satu miliar dolla ASr untuk pembangunan kedua resor yang diperkirakan akan siap beroperasi pada awal tahun 2019.

"Kami tidak menambah satu proyek baru pun ketika Trump memutuskan akan bertarung dalam pemilu. Jadi saya rasa tidak ada konflik kepentingan disini," ujar Hary Tanoe kepada Reuters hari Rabu.

Selain berbisnis Hary Tanoesoedibjo terjun ke dunia politik. Ia pernah bergabung dengan Partai Nasdem pada Oktober 2011, sebelum mengundurkan diri dua tahun kemudian karena perbedaan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai. Ia kemudian sempat menjadi anggota Partai Hanura dan berpasangan dengan Wiranto sebagai calon wakil presiden pada pemilu tahun 2014. Namun setahun kemudian, tepatnya pada 7 Februari 2015, pengusaha ini mengumumkan partai politik baru yaitu Partai Persatuan Indonesia atau Perindo.

Hary Tanoesoedibjo akan berada di Amerika hingga akhir pekan ini sebelum bertolak kembali ke tanah air.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X