Kompas.com - 21/01/2017, 09:38 WIB
Foto udara ini membandingkan upacara pelantikan Barack Obama dan Donald Trump. Di sebelah kiri, suasana pelantikan Trump (2017) sementara foto sebelah kanan adalah kerumunan massa dalam pelantikan Barack Obama 2009. Reuters/TelegraphFoto udara ini membandingkan upacara pelantikan Barack Obama dan Donald Trump. Di sebelah kiri, suasana pelantikan Trump (2017) sementara foto sebelah kanan adalah kerumunan massa dalam pelantikan Barack Obama 2009.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Salah satu harapan Donald Trump yang tak terwujud dalam pelantikannya sebagai presiden ke-45 AS, Jumat (20/1/2017), adalah jumlah warga yang datang menyaksikan momen bersejarah itu.

Trump berharap pelantikannya akan memecahkan rekor penonton di National Mall, Washington DC. Sayangnya, harapan tersebut tak terwujud.

Sejumlah badan pemerintah memperkirakan jumlah warga yang hadir dalam pelantikan Barack Obama pada 2009, berjumlah dua kali lipat lebih banyak ketimbang saat pelantikan Trump.

Perkiraan itu terbukti dengan foto udara yang memang menunjukkan pelantikan Obama memang menarik lebih banyak perhatian ketimbang Trump.

Foto udara prosesi pelantikan Trump memang diambil 26 menit lebih awal ketimbang saat pelantikan Obama. Namun, sudah terlihat perbedaan besar warga yang hadir di depan Gedung Capitol.

Data resmi menyebutkan jumlah warga yang hadir dalam pelantikan Barack Obama pada 2009 sekitar 1,8 juta orang. Sementara dalam pelantikan Trump paling banyak menarik perhatian 900.000 orang saja.

Cuaca saat Obama dilantik pada 2009 sangat dingin dengan suhu berada di bawah titik beku tetapi cuaca cerah.

Saat Trump dilantik, udara tak terlalu dingin tetapi hujan turun cukup deras.

Data lain yang menunjang perkiraan bahwa pelantikan Obama disaksikan lebih banyak orang disediakan otorita kawasan transit Washington.

Lembaga itu mencatat pada Jumat (20/1/2017) pukul 11.00, 193.000 perjalanan sudah memasuki ibu kota AS, 4.000 perjalanan lebih sedikit ketimbang di saat pelantikan masa jabatan kedua George W Bush.

Di waktu yang sama pada 2009, saat pelantikan Obama, lembaga ini mencatat sebanyak 513.000 penumpang tiba di Washington DC dengan berbagai moda transportasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.