Kompas.com - 21/01/2017, 09:18 WIB
Gembong narkotika asal Meksiko Joaquin Handout / Mexican Interior Ministry / AFP Gembong narkotika asal Meksiko Joaquin
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com - Gembong penyelundup narkoba asal Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman, menyatakan tidak bersalah di. hadapan sebuah pengadilan di AS, Jumat (20/1/2017).

Dia menyatakan tak bersalah atas serangkaian dakwaan penyelundupan senjata api, penyelundupan narkotika, dan konspirasi.

Jika semua dakwaan ini terbukti, El Chapo, kini berusia 59 tahun, bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Kurang dari 24 jam setelah diekstradisi dari Meksiko, sang gembong narkoba terlihat lelah saat hadir dalam sidang selama 10 menit yang berlangsung di pengadilan federal di Brooklyn.

Guzman berbicara dengan sangat pelan saat menjawab pertanyaan hakim James Orenstein dalam bahasa Spanyol yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

"Atas nama klien kami, kami menyatakan tidak bersalah," kata salah seorang kuasa hukum Guzman.

Jaksa penuntut mengatakan, kartel Sinaloa pimpinan Guzman bertanggung jawab atas pendistribusian ratusan ribu kilogram heroin, kokain, metamfetamin, dan marijuana ke seluruh wilayah AS.

Aksi penyelundupan besar-besaran ini membuat kartel Sinaloa menangguk keuntungan hingga miliaran dolar AS.

Aparat penegak hukum AS menyebut diekstradisinya Guzman ini merupakan langkah awal untuk menyeret pria itu ke ranah hukum.

Ekstradisi ini seolah menjadi pemuncak upaya pengejaran terhadap gembong narkoba licin yang pernah dua kali lolos dari penjara pada 2001 dan 2015.

Kelicinannya ini malah membuat Guzman menjadi legenda dunia hitam Meksiko dengan para musisi menyanyikan kisahnya.

Namun, kartel Sinaloa yang menguasai jaringan distribusi narkoba ke Amerika Serikat itu kerap melakukan aksi kekerasan dalam menjalankan bisnis haram ini.

Jika terbukti bersalah Guzman akan menghabiskan hidupnya di dalam penjara berkeamanan maksimum di AS selain kemungkinan uang ganti rugi atas kejahatannya sebesar 14 miliar dolar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.