Kompas.com - 20/01/2017, 18:00 WIB
Para demonstran berkumpul di Dakota Utara, AS, untuk memprotes pembangunan jaringan pipa minyak, yang didukung oleh Donald Trump, Kamis (19/1/2017). Foto ini diambil pada aksi sebelumnya, Desember 2016. WJSPara demonstran berkumpul di Dakota Utara, AS, untuk memprotes pembangunan jaringan pipa minyak, yang didukung oleh Donald Trump, Kamis (19/1/2017). Foto ini diambil pada aksi sebelumnya, Desember 2016.
EditorPascal S Bin Saju

CANNON BALL, KOMPAS.com - Ketegangan di area proyek pembangunan pipa minyak di Dakota Utara, AS, memanas pekan ini.

Polisi pun bentrok dengan para pengunjuk rasa "anti-Trump" menjelang pelantikan presiden terpilih AS, Donald Trump, Jumat (20/1/2017).

Trump mendukung pembangunan pipa minyak senilai 3,8 miliar dollar AS atau setara Rp 51 triliun itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (20/1/2017) pagi.

Polisi menembakkan gas air mata dan melemparkan sejumlah karung untuk membubarkan massa pengunjuk rasa.

Menurut pejabat lokal, polisi juga menangkap sekitar 40 orang di jembatan tempat bentrok itu terjadi.

Para demonstran di kamp menyuarakan kekecewaan mereka atas Trump, sementara dukungan dari suku asli, "Standing Rock Sioux" yang memulai protes sejak tahun lalu juga melemah.

Trump, seorang Republikan, diprotes karena ia diperkirakan bakal melanjutkan pemasangan pipa minyak setelah ia dilantik sebagai Presiden AS ke-45, Jumat ini atau Sabtu (21/1/2017) dini hari WIB.

“Saat mendekati pelantikan, dan orang-orang ingin memastikan bahwa suara mereka masih didengar selagi mereka masih memiliki kesempatan," kata Benjamin Johansen (29), seorang tukang kayu dari Iowa yang telah tinggal di kamp selama dua bulan.

Kamp yang kini disebut "Oceti Oyate" itu masih dipenuhi sekitar 600 demonstran.

"Ada kemungkinan yang sangat besar bahwa setelah presiden baru dilantik, suara kami tidak akan dipedulikan lagi," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X