MANILA, KOMPAS.com — Ratusan warga Filipina menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manila, Jumat (20/1/2017).
Mereka menggelar aksi unjuk rasa mengecam Donald Trump menjelang pelantikannya sebagai Presiden AS, malam nanti (WIB).
Pendemo menyebut Trump sebagai sosok seksis, rasialis, dan penganut xenofobia.
Seksisme adalah perbuatan atau sikap yang mendiskriminasikan dan menganggap rendah jender tertentu, dalam hal ini perempuan.
Rasialisme adalah suatu sikap yang menekankan pentingnya kategorisasi rasial. Istilah ini juga digunakan untuk menekankan perbedaan sosial dan budaya antar-ras.
Sementara itu, xenofobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing.
Dalam aksi ini, mereka meneriakkan kata-kata lewat nyanyian "dump Trump".
Pendemo dari kelompok sayap kiri juga mengekspresikan kegundahan atas terpilihnya Trump sebagai Presiden AS karena dia mengancam jutaan imigran asal Filipina di AS.
"Ini merupakan peringatan bahwa ada predator seksual, seksis, rasialis, dan penganut xenofobia, yang menjadi penguasa negara kapitalis paling besar di dunia," kata Joms Salvador.
Joms Salvador adalah Sekretaris Jenderal Kelompok Perempuan Gabriela di Manila. Dia mengungkapkan pandangannya saat berbicara kepada AFP.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.