Akankah Obama Hadiri Pelantikan Donald Trump?

Kompas.com - 20/01/2017, 11:00 WIB
Presiden AS Barack Obama menjabat tangan presiden terpilih Donald Trump saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (10/11/2016). WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Presiden AS Barack Obama menjabat tangan presiden terpilih Donald Trump saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (10/11/2016).
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Salah satu pertanyaan yang muncul adalah akankah Barack Obama hadir dalam upacara pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada Jumat (20/1/2017)?

Meskipun hal tersebut bukan kewajiban, biasanya presiden lama akan hadir dalam upacara itu.

Jika Obama absen, dia menjadi Presiden AS pertama dalam 96 tahun yang tidak menghadiri pelantikan penerusnya.

Hubungan antara Obama dan Trump memang tak terlalu bagus. Sepanjang masa kampanye, Trump menyebut Obama tak layak menjadi presiden karena lahir di luar wilayah Amerika Serikat.


Bahkan, dalam salah satu kampanyenya, Trump menyebut Obama sebagai pendiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Trump kemudian mencabut kedua pernyataannya itu.

Masih pada masa kampanye, Trump mengatakan, salah satu tindakan pertamanya jika menjadi presiden adalah menghilangkan semua "bekas" pemerintahan Obama.

Trump bahkan berjanji akan membatalkan semua perintah eksekutif, memorandum, dan perintah dari Obama.

Namun, sekali lagi, Trump merevisi pernyataannya dan mulai melunak dalam mengomentari sejumlah program dan kebijakan Obama.

Obama juga kerap disebut Trump sebagai sosok presiden yang lemah, tidak efektif, dan presiden paling bodoh sepanjang sejarah AS.

Obama tak tinggal diam dan menyebut Trump sebagai sosok tak bertanggung jawab dan berbahaya. Dia juga memperingatkan bahwa nasib dunia berada dalam bahaya jika Trump menjadi presiden.

Namun, setelah pemilihan presiden, kedua politisi itu kemudian bertemu dan saling memberikan komentar positif menjelang masa transisi kekuasaan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X