Kompas.com - 19/01/2017, 22:13 WIB
Ratusan pengungsi Rohingya yang melintasi batas ke Banglades untuk menghindari kekerasan sektarian diawasi ketat pasukan perbatasan Banglades. STR / AFP Ratusan pengungsi Rohingya yang melintasi batas ke Banglades untuk menghindari kekerasan sektarian diawasi ketat pasukan perbatasan Banglades.
EditorPascal S Bin Saju

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berencana mengirim delegasi tingkat tinggi ke negara bagian Rakhine, Myanmar, untuk meninjau kondisi terkini minoritas Muslim Rohingya.

Para menteri luar negeri OKI menggelar pertemuan khusus di Kuala Lumpur, Kamis (19/1/2017). Menlu RI, Retno LP Marsudi, juga menghadiri pertemuan tersebut.

Sebuah resolusi yang dikeluarkan setelah pertemuan khusus untuk membahas krisis Rohingya itu mendesak Myanmar untuk menerima kunjungan OKI, sebagaimana dilaporkan Associated Press.

Resolusi meminta Myanmar untuk menerapkan aturan hukum, bekerja menuju solusi berkelanjutan, dan memungkinkan kembalinya para pengungsi Rohingya dengan aman, dan “tanpa hambatan dan akses tanpa syarat “ bagi penyaluran bantuan kemanusiaan ke daerah konflik di Rakhine.

Warga Rohingya dan para aktivis mengatakan, ratusan warga sipil telah tewas sejak 9 Oktober 2016 menyusul adanya serangan kepada pos polisi di perbatasan Myanmar dengan Banglades.
Serangan, yang menurut pemerintah Myanmar dilakukan oleh kelompok militan Muslim Rohingya, menewaskan sembilan petugas keamanan pos perbatasan.

Dalam operasi untuk mengejar para tersangka penyerang itu, warga Rohingya dan para aktivis mengatakan, aparat keamanan telah menyerang warga etnis minoritas Rohingya.

Aktivis HAM dan warga desa Rohingya di Rakhine menuding pasukan keamanan Myanmar melakukan pembunuhan, perkosaan, dan pembakaran rumah-rumah warga minoritas tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat dari kekerasan tersebut, sekitar 65.000 pengungsi Rohingya telah menyeberang ke wilayah Bangladesh dalam tiga bulan terakhir untuk mencari perlindungan.

Pemerintah dan tentara Myanmar mengatakan mereka telah melakukan operasi untuk membersihkan wilayah Rakhine dari unsur kelompok pemberontak bersenjata.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan penilaian independen atas situasi tersebut akan membantu pemerintah Myanmar yang menolak tuduhan pelanggaran HAM atas Rohingya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.