Kompas.com - 17/01/2017, 17:36 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

4 April 2014

Detektor kotak hitam milik AS diterjunkan untuk melakukan pemindaian di wilayah yang diduga menjadi lokasi terakhir hilangnya pesawat.

Namun, tak ada sinyal apa pun yang berhasil dideteksi, dengan waktu hidup baterai selama satu bulan. 

28 April 2014

Australia mengumumkan, proses pencarian akan mencakup wilayah yang lebih luas. Fokusnya mengalami pergeseran selama beberapa bulan untuk memetakan dasar laut yang belum dipetakan, sebelum pencarian dapat berlanjut.

6 Oktober 2014

Kapal yang disewa pihak Malaysia diterjunkan untuk melakukan pencarian dengan sonar demi menemukan pecahan pesawat. Tiga kapal serupa milik Belanda juga bergabung dalam upaya itu. 

29 Januari 2015

Pemerintah Malaysia menyatakan, penumpang dan kru MH370 dianggap telah tewas. Hal ini memicu kemarahan dan tuntutan pembuktian. 

16 April 2015

Malaysia, Australia, dan China menyatakan pencarian di bawah laut untuk MH370 diperluas dua kali lipat hingga wilayah seluas 120.000 kilometer persegi.

Mereka kemudian menyatakan, pencarian tak akan diperluas tanpa adalah petunjuk baru yang lebih kuat. 

1 Juni 2015

CEO baru Malaysia Airlines, Christoph Mueller, mengatakan, maskapai itu secara teknis telah bangkrut. Perusahaan mulai memangkas 6.000 pekerja.

29 Juli 2015

Sebuah potongan bangkai pesawat ditemukan oleh seseorang di pantai Pulau Reunion, yang merupakan wilayah Perancis di Samudra Hindia. Barang itu kemudian dikirim kepada para analis Perancis.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kemudian mengumumkan bahwa pada ahli telah memastikan temuan tersebut adalah bagian dari MH370.

6 Agustus 2015

Pihak Perancis mengatakan bakal menggelar proses pencarian baru melalui udara, darat, dan laut. Pencarian dimulai dari Pulau Reunion, demi mendapat pecahan lain dari MH370. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.