Astronot Terakhir yang Berjalan di Bulan Meninggal Dunia

Kompas.com - 17/01/2017, 06:03 WIB
Dalam foto yang diambil pada 17 Desember 1972 ini, Eugene Cernan (kiri) terlihat bersama Harrison Schmitt di dalam modul Apollo 17 yang tengah menjalani misi terakhir pendaratan di Bulan. Foto ini diambil astronot ketiga dalam misi itu, Ronald Evans. Ronald Evans/NASA/AFPDalam foto yang diambil pada 17 Desember 1972 ini, Eugene Cernan (kiri) terlihat bersama Harrison Schmitt di dalam modul Apollo 17 yang tengah menjalani misi terakhir pendaratan di Bulan. Foto ini diambil astronot ketiga dalam misi itu, Ronald Evans.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Orang terakhir yang menjejakkan kakinya di bulan Eugene Cernan, meninggal dunia pada Senin (16/1/2017), dalam usia 82 tahun.

Dalam pernyataannya, NASA mengatakan, Cernan, yang juga orang pertama yang berjalan di angkasa luar, meninggal dunia dengan tenang di tengah anggota keluarganya.

Cernan dan rekannya sesama astronot misi Apollo 17, Harrison Schmitt menjadi anggota klub paling eksklusif di dunia setelah berjalan di Bulan pada 11 Desember 1972.

Selain, Cernan dan Schmitt, hanya 10 orang astronot AS lain yang memiliki pengalaman serupa dan hingga kini belum ada lagi astronot yang menjejakkan kaki di Bulan.

"Ya Tuhan...tak bisa dipercaya," itulah kaliman pertama Cernan kepada pusat kendali NASA di Houston, Texas begitu menginjak Bulan.

Cernan dan Schmitt juga mengendarai mobil bulan mereka sejauh 30,5 kilometer dan mengumpulkan lebih dari 100 kilogram batuan Bulan dalam ekplorasi 22 jam di beberapa kawah dan bukit Bulan.

"Saya tahu, saya telah berubah selama tiga hari terakhir dan saya kini bukan hanya milik Bumi semata," ujar Cernan, mantan pilot angkatan laut itu dalam memoar berjudul "The Last Man on the Moon".

"Untuk selamanya, saya akan menjadi milik alam semesta," tambah Cernan yang menjalani misi angkasa luarnya yang ketiga bersama Apollo 17.

Cernan, yang tumbuh besar di sekitar Chicago, pensiun dari NASA dan angkatan laut pada 1976.

Setelah menjadi warga sipil biasa, Cernan bekerja membangun maskapai penerbangan Air One, bekerja sebagai konsultan energi dan penerbangan, menjadi pemimpin perusahaan teknik, dan komentator masalah angkasa luar untuk ABC News.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X