Kompas.com - 12/01/2017, 18:11 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

Siswa SMA

Selain mahasiswa, yang juga membuat berita hoax adalah murid-murid sekolah menengah atas.

Salah seorang di antaranya mengatakan kepada BBC bahwa ia bekerja beberapa jam setiap malam untuk membuat hoax.

Wartawan investigatif Ubavka Janevska mengatakan, terdapat setidaknya tujuh kelompok di Veles yang menyebar berita bohong di internet dan memperkirakan ratusan murid sekolah bekerja secara individu sebagai pembuat berita bohong.

Di Veles, membuat situs berita hoax bukan tindakan pidana. Namun, bagaimana dengan tanggung jawab moral?

Bukankah membuat berita palsu sama dengan membohongi pembaca? Bukankah uang yang diterima dari hoax adalah "uang haram"?

"Tak ada uang haram di sini," kata Slavco Chediev, Wali Kota Veles.

Bahkan, ia mengisyaratkan bangga karena kotanya bisa memengaruhi hasil pilpres di Amerika.

Namun, Janevska mengatakan prihatin dengan kondisi saat ini.

"Sejak pilpres AS, yang menjadi perhatian anak-anak muda di sini adalah bagaimana mendapatkan uang dari berita bohong," katanya.

Goran sepertinya tak begitu peduli. Ia mengatakan, orangtua mana yang tidak senang jika anaknya bisa mendapatkan 30.000 euro atau sekitar Rp 420 juta per bulan.

Para analis meyakini aktivitas anak-anak muda seperti Goran untuk memproduksi hoax akan makin meningkat dan mereka akan menjadikan momen politik di negara-negara lain sebagai tambang uang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.