Tegaskan Sikap soal "Tembok Trump", Presiden Meksiko Dapat Tepukan Meriah

Kompas.com - 12/01/2017, 08:00 WIB
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto saat bertemu dengan kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump di Mexico City, Agustus 2016. YURI CORTEZ / AFPPresiden Meksiko Enrique Pena Nieto saat bertemu dengan kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump di Mexico City, Agustus 2016.
EditorGlori K. Wadrianto

MEXICO CITY, KOMPAS.com — Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto kembali menegaskan penolakannya untuk membayar biaya pembangunan tembok perbatasan dengan Amerika Serikat.

"Segala hal terkait hubungan bilateral kedua negara ada di atas meja, termasuk isu tentang keamanan, imigrasi, dan perdagangan."

Dia mengatakan itu dalam kesempatan pertemuan tahunan duta besar Meksiko di National Palace, Mexico City, Rabu atau Kamis pagi (12/1/2017) WIB.

"Tidak ada waktu bagi kita untuk menerima segala hal yang mengganggu kebanggaan kita sebagai negara dan sebagai orang Meksiko," kata dia. 

"Sangat jelas bahwa kami mempunyai sejumlah perbedaan pandangan dengan Pemerintah AS yang akan datang. Misalnya, isu tentang pembangunan tembok pembatas. Saya tegaskan, kami tak akan membayar untuk itu."

Penegasan itu mendapat tepuk tangan meriah dari para duta besar yang hadir dalam pertemuan tersebut. 

"Apa yang dapat saya pastikan kepada Anda adalah, kami akan bekerja untuk membangun hubungan baik dengan AS dan juga presidennya," kata Nieto lagi. 

Baca: Presiden Meksiko: Saya Tak Akan Bayar Tembok Buatan Trump

Seperti yang diberitakan, pembangunan tembok tersebut merupakan ide Presiden terpilih AS Donald Trump, sebagai bagian dari kebijakannya untuk mengatasi persoalan imigran gelap.

Sikap Nieto ini bukan merupakan komentar pertamanya. Sebelumnya, saat Trump mengungkapkan hal itu pada masa kampanye, Nieto pun sudah menegaskan sikapnya.

Kala itu, dia mengaku tidak akan mengucurkan uang sepeser pun jika AS membangun tembok di perbatasan kedua negara.

Hal ini disampaikan Pena Nieto pada 31 Agustus 2016, usai bertemu Donald Trump yang kala itu masih menjadi calon presiden.

"Pada awal pembicaraan dengan Donald Trump, saya tegaskan bahwa Meksiko tak akan membayar untuk pembangunan tembok itu," ujar Pena Nieto lewat akun Twitter-nya, kala itu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X