Kompas.com - 09/01/2017, 10:30 WIB
Barack Obama dan Donald Trump AFP PHOTOBarack Obama dan Donald Trump
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengingatkan Presiden terpilih Donald Trump agar tidak berupaya menjalankan Gedung Putih dengan cara kelola bisnis keluarga.

Dalam wawancara dengan ABC News, Obama mengatakan Trump harus menghormati lembaga-lembaga negara yang ada di AS.

"Setelah anda disumpah, anda memimpin organisasi terbesar di bumi," tegas Obama.

Donald Trump, pengusaha besar yang menjadi presiden setelah menjadi kandidat dari Partai Republik, akan resmi dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2017 mendatang

Obama kemudian mengingatkan Trump tentang perbedaan antara memerintah dan berkampanye.

"Ada pasar uang dan modal dunia serta orang-orang di seluruh dunia yang menanggapi serius yang akan dikatakannya," tegas Obama.

Hari Rabu (11/1/2017), Trump diperkirakan akan menggelar konferensi pers.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan itu, Trump diprediksi akan menyampaikan bagaimana kerajaan bisnisnya akan dikelola, demi menghindari konflik kepentingan dengan posisinya sebagai presiden.

Selama ini, Trump pun sudah menjawab pertanyaan tentang masalah itu. Namun konferensi pers mendatang diperkirakan akan menjelaskan secara rinci.

Ditambahkan Obama, bahwa sudah berlangsung pembicaraan antara dia dan Trump, yang antara lain membahas tentang pentingnya memiliki keyakinan atas intelijen.

"Akan ada masa-masa ketika satu-satunya cara untuk mengambil keputusan yang baik adalah jika anda yakin bahwa proses itu berjalan," sebut Obama.

Pekan lalu, Trump menegaskan, dia adalah pendukung badan-badan intelijen AS. Padahal sebelumnya dia mengaku ragu dengan tentang adanya hubungan Rusia dengan pelanggaran keamanan internet di AS.

Belakangan, lewat pesan di jejaring Twitter, dia mempertanyakan tanggapan Partai Demokrat atas serangan internet.

"Bagaimana dan kenapa mereka amat yakin dengan peretasan, jika mereka tidak pernah meminta pengkajian atas server komputer? Apa yang terjadi?" tulis Trump.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.