Protes Kebijakan Pemerintah, Biksu Korea Selatan Bakar Diri

Kompas.com - 08/01/2017, 11:43 WIB
Foto ini diambil pada 28 Desember 2016. Tampak para aktivis, dalam pengawalan ketat polisi, duduk mengeliling patung simbol budak seks yang dipasang di depan kantor Konsulat Jenderal Jepang di Busan, kota pelabuhan di Korea Selatan (Korsel). AFPFoto ini diambil pada 28 Desember 2016. Tampak para aktivis, dalam pengawalan ketat polisi, duduk mengeliling patung simbol budak seks yang dipasang di depan kantor Konsulat Jenderal Jepang di Busan, kota pelabuhan di Korea Selatan (Korsel).
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang biksu Buddha asal Korea Selatan dalam kondisi kritis setelah melakukan aksi bakar diri. Demikian disampaikan pemerintah Korsel, Minggu (8/1/2017).

Biksu berusia 64 tahun tersebut melakukan aksi bakar diri sebagai protes kesepakatan kompensasi antara Jepang dan Korea Selatan terkait budak seks di masa Perang Dunia II.

Biksu itu mengalami luka bakar tingkat tiga di seluruh tubuhnya dan kerusakan serius di berbagai organ vitalnya.

Saat ini dia dalam kondisi tak sadarkan diri dan tak hanya bisa bernapas dengan disokong alat bantu. Demikian staf RS Universitas Nasional Seoul.


Aksi bakar diri itu terjadi pada Sabtu (7/1/2017), dalam sebuah aksi unjuk rasa di Seoul yang menyerukan pemberhentian Presiden Park Geun-hye.

Dalam catatannya, biksu itu menyebut Park sebagai pengkhianat terkait kesepakatan yang ditekennya bersama Jepang pada 2015.

Kesepakatan itu terkait upaya untuk mencari penyelesaian dan kompensasi terhadap sengketa lama Jepang dan Korea Selatan terkait para perempuan Korea yang menjadi budak seks tentara Jepang di masa Perang Dunia II.

Dalam kesepakatan itu, Jepang berjanji akan membiayai sebuah yayasan yang berbasis di Seoul yang akan menolong para korban perang itu.

Sementara itu, Korea Selatan berjanji akan menghentikan kritikannya terhadap Jepang terkait masalah ini.

Selain itu, pemerintahan Park juga berjanji akan memerhatikan keluhan Tokyo terkait patung perunggu yang mengisahkan perbudakan seks di masa perang.

Patung itu didirikan tepat di depan kedutaan besar Jepang di Seoul sebagai bentuk kritik dan protes atas kekejaman di masa lalu itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X