Dari Bekas Sandera Taliban hingga Edward Snowden Menanti Ampunan dari Obama

Kompas.com - 08/01/2017, 06:52 WIB
Barack Obama menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Presiden AS kepada Majelis Umum PBB, di New York, Selasa (20/9/2016).
Associated PressBarack Obama menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Presiden AS kepada Majelis Umum PBB, di New York, Selasa (20/9/2016).
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang "nabi" Rastafarian, seorang mantan sandera Taliban, dan ribuan pengedar narkoba kelas teri di AS, saat ini memiliki satu kesamaan.

Nama mereka sudah berada di meja Presiden AS Barack Obama untuk dipertimbangkan mendapat pengampunan dari sang presiden dua pekan sebelum meninggalkan Gedung Putih.

Sejumlah presiden AS di penghujung masa jabatannya memang kerap menggunakan kekuasaan hukumnya ini untuk memberi pengampunan atau keringanan hukuman untuk para narapidana.

Di hari terakhirnya bekerja pada 2001, Presiden Bill Clinton dalam keputusan kontroversialnya mengampuni seorang pebisnis yang menjadi buronan Marc Rich.

Marc Rich, yang meninggal dunia pada 2013 adalah pialang, pengelola keuangan, dan pebisnis internasional.

Dia adalah didakwa pemerintah AS karena mengemplang pajak dan membuat kesepakatan perdagangan minyak kontroversial dengan Iran di masa krisis sandera pada 1981.

Keputusan Clinton menjadi kontroversi karena mantan istri Rich adalah seorang  penyandang dana besar bagi Partai Demokrat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, Obama mendapat tekanan dari banyak pihak untuk memberikan pengampunan atau pengurangan hukuman bagi orang-orang yang oleh pendukungnya dianggap menjalani hukuman secara tak adil.

Di antara mereka adalah Bowe Bergdahl, seorang sersan AD Amerika Serikat yang disandera Taliban selama lima tahun sebelum dibebaskan dalam pertukaran tahanan.

Namun, setelah dibebaskan Bergdahl malah akan menjalani sidang pengadilan militer karena dituduh melakukan desersi.

Nama lain adalah Leonard Peltier, seorang aktivis suku asli Amerika yang pada 1975 diputuskan bersalah karena membunuh dua agen FBI.

Para pendukung Peltier mengatakan, pria tersebut dijebak dan berharap kebaikan hati Obama untuk memberikan pengampunan.

Lalu ada satu nama yang masih terus diperbincangkan yaitu Edward Snowden, yang pada 2013 mengguncang dunia setelah mengungkapkan sistem pengawasan komunikasi dan internet yang dilakukan AS.

Pria berusia 33 tahun itu kini bersatus pengungsi di Rusia dan sejumlah nama besar seperti aktris Susan Sarandon dan musisi Peter Gabriel mendukung agar Obama mengampuni Snowden.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.