Intelijen AS: Putin Perintahkan Serangan Siber untuk Menangkan Trump

Kompas.com - 07/01/2017, 11:45 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato Tahun Barunya di Moskva, 31 Desember 2016 Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERSPresiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato Tahun Barunya di Moskva, 31 Desember 2016
|
EditorFarid Assifa

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengarahkan serangan siber untuk membantu Donald Trump memenangkan pilpres yang digelar 8 November lalu, demikian kesimpulan laporan intelijen AS.

“Kita mendalami bahwa Putin dan pemerintahannya condong mendukung Trump. Tujuan Rusia adalah untuk menjatuhkan kepercayaan warga AS terhadap proses demokrasi, merusak citra Hillary Clinton, mempersulit Hillary untuk memenangkan pilpres dan mengacaukan kepresidenannya jika dia menang. Kita sangat yakin dengan laporan ini,” demikian salah satu poin penting laporan sepanjang 25 halaman yang dirilis, Jumat malam (6/1/2017) waktu setempat.

Badan Intelijen Rusia dilaporkan menggunakan perantara seperti Wikileaks, DCLeaks.com dan Guccifer 2.0 untuk merilis surat elektronik (email) yang diretas dari petinggi Komite Nasional Partai Demokrat (DNC).

Baca juga: Tampil Lagi di Muka Publik, Hillary Kritik Epidemi Berita "Hoax"

Surat-surat elektronik itu kemudian dipakai untuk membuat laporan media yang mempermalukan Hillary hingga memicu mundurnya ketua DNC, Debbie Wasserman Schultz.

Laporan sendiri tidak menyebut bahwa aktivitas yang dilakukan Rusia mempengaruhi langsung hasil pilpres yang secara mengejutkan dimenangkan Trump.

Selain itu, laporan juga menyatakan Rusia tidak menargetkan untuk mengacaukan sistem yang dipakai untuk menghitung suara.

Putin menurut laporan itu mengarahkan intervensi ini sebagai bagian dari balas dendam pribadinya terhadap Hillary yang dinilai sebagai dalang pemicu aksi unjuk rasa terhadap rezimnya di akhir tahun 2011 lalu.

Presiden terpilih Trump dalam pernyataannya setelah menerima laporan itu menyebut bukan hanya Rusia, namun Tiongkok dan negara lain juga telah berupaya meretas sistem di sejumlah lembaga pemerintahan AS.

“Yang pasti tidak ada upaya untuk mempengaruhi hasil pilpres, seperti menjebol mesin penghitung suara”, lanjut Trump.

Baik Kedubes Rusia di AS maupun Hillary belum memberikan pernyataan atas laporan intelijen ini.

Terkait dengan skandal peretasan ini, Presiden Barack Obama telah mengusir 35 diplomat AS untuk kembali ke Rusia. Putin mengatakan, takkan membalas tindakan Obama itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X