Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/01/2017, 19:31 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

MELBOURNE, KOMPAS.com — Polisi Australia, Jumat (6/1/2017) petang, mulai memperketat pengawasan dan patroli di sekitar Gedung Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Melbourne.

Langkah itu diambil setelah insiden pasca-pengibaran bendera separatis Papua Merdeka, Bintang Kejora, oleh dua orang tak dikenal pada Jumat siang.

Bendera Bintang Kejora mendadak dikibarkan di Gedung KJRI Melbourne pada Jumat sekitar pukul 12.52 waktu setempat.

Juru bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia, Sade Bimantara, Jumat malam WIB, mengabarkan, telah terjadi pelanggaran (trespassing) yang dilakukan oleh dua orang. Identitas mereka sedang ditelusuri.

"Namun, dari profil di media sosial, rupa badan mereka diduga bukan warga negara Indonesia (WNI)," demikian Sade menjelaskan.

Untuk menghindari insiden serupa, kata Sade, KJRI telah meminta Kepolisian Federal Australia dan negara bagian Victoria untuk memperketat pengawasan dan patroli di sekitar Gedung KJRI.

Semua perwakilan RI di Australia sudah berkoordinasi dan melakukan peningkatan kewaspadaan dan pengamanan bersama dengan kepolisian dan otoritas terkait di Australia.

Jumat siang, Kompas.com mendapat informasi bahwa pelakunya dua orang tak dikenal, kemungkinan dari etnis Kaukasia.

Penerbosan ke kantor KJRI itu dilakukan ketika kantor sedang sepi karena staf sedang mengikuti shalat Jumat.

Orang pertama, seorang laki-laki, menerobos dengan memanjat gedung di samping KJRI dan melompat ke teras atas Gedung KJRI.

Setelah berada di Gedung KJRI, pelaku lalu membentangkan bendera Bintang Kejora.

Ketika itu, KJRI sedang sepi karena ditinggal untuk ibadah shalat Jumat sehingga tidak ada staf yang mengetahui peristiwa tersebut.

Pelaku kedua, seorang perempuan, tidak masuk ke gedung, tetapi dia merekam momen pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.