Kompas.com - 05/01/2017, 17:09 WIB
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com — Pengusaha sushi, Kiyoshi Kimura, kembali menjadi buah bibir setelah pria yang dijuluki "Raja Tuna" itu membeli seekor ikan dengan harga selangit.

Dalam sebuah lelang di pasar ikan Tsukiji, Tokyo, Kamis (5/1/2017), Kimura membeli seekor ikan tuna sirip biru dengan harga 636.000 dollar AS atau sekitar Rp 8,5 miliar.

Dengan harga selangit itu, pengusaha pemilik restoran Sushizanmai itu resmi menjadi pemilik ikan berbobot 212 kilogram tersebut.

Dengan harga "ajaib" itu, Kimura harus menjual satu porsi sushi ikan tuna dengan harga 85 dollar AS atau Rp 1,1 juta jika ingin mendapatkan keuntungan.

Harga itu artinya 25 kali lipat lebih mahal daripada satu porsi sushi yang biasa dijual Kimura, yaitu 3,4 dollar AS atau sekitar Rp 45.000 saja.

"Saya merasa harganya memang sedikit mahal, tetapi saya senang mendapatkan tuna dengan bobot dan ukuran yang bagus dalam lelang," ujar Kimura.

Pada hari yang sama, Kimura dan beberapa juru masak kemudian memotong-motong ikan raksasa itu di restorannya tak jauh dari pasar ikan.

Sementara itu, ratusan pencinta sushi menanti penuh harap bisa mencicipi satu atau dua potong sushi.

"Seperti biasa, saya ingin membeli yang terbaik sehingga pelanggan juga bisa mendapatkannya. Itu saja," ujar Kimura.

Pria ini sukses membangun jaringan restorannya menjadi merek internasional dengan memenangi lelang di Tsukijo tiap awal tahun.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.