Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/01/2017, 10:28 WIB
EditorPascal S Bin Saju

RAQQA, KOMPAS.com - Sebuah video berdurasi 42 menit yang menampilkan tindakan keji oleh kelompok teror terhadap seseorang, dan pemenggalan seorang lainnya, ditayangkan oleh pelaku propaganda milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)

Juga ada gambar puluhan "drone" pengebom bunuh diri di Irak utara telah ditayangkan oleh seorang pelaku propaganda ISIS, Rabu (4/1/2017).

Seorang yang diduga mata-mata Irak dipenggal dalam sebuah tangki ikan.

Juga ada pembunuhan seorang lainnya dan gambar "drone" untuk misi bunuh yang dilakukan seorang remaja laki-laki dan seorang pria tua berkaki satu.

Video itu merupakan gelombang peningkatan mendadak materi produksi propaganda oleh kelompok teror itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, penyiaran media para pelaku teror itu menurun drastis tampaknya akibat tekanan militer yang dihadapi ISIS di seluruh kekhalifahan yang dideklarasikannya secara sepihak di Irak dan Suriah.

Hanya beberapa hari sebelum ISIS mengklaim serangan malam tahun baru di kelab malam Reina di Istanbul, Turki, yang menewaskan 39 orang, kelompok itu merilis video dua tentara Turki yang dipaksa merangkak sebelum dibakar hidup-hidup.

Awalnya dipasang dengan komentar berbahasa Arab pada 22 Desember dan dirilis kembali hari Senin (2/1/2016) dengan bahasa Inggris.

Video itu menuduh Presiden Turki Tayyip Erdogan berpihak kepada kaum murtad dan negara Barat yang Kristen.

Setelah hari Natal, pelaku propaganda ISIS merilis video mengerikan selama setengah jam mengenai teroris anak-anak semuda sembilan tahun ikut dalam latihan menembak menggunakan peluru tajam.

Awalnya mereka menembak sasaran buatan dan kemudian para tawanan dengan tangan korban yang terikat dan berusaha mengelak sebuah bangunan yang penuh sampah dan puing.

Dalam video itu para tawanan tampak menangis setelah dikepung oleh gerombolan anak laki-laki yang telah diindoktrinasi itu dan menembak mati mereka dalam jarak dekat.

Adegan dalam video itu termasuk anak-anak laki-laki yang dikenal sebagai anak-anak kekhalifahan belajar Al Quran, mempelajari video-video eksekusi, dan bersumpah setia kepada pemimpin teror ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi sembari mengacungkan senjata otomatis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.