Jerman Tahan Warga Tunisia Terkait Teror Truk di Berlin

Kompas.com - 05/01/2017, 06:20 WIB
Sejumlah aparat kepolisian tengan memeriksa truk yang dipakai untuk menabrak sebuah pasar malam yang menjual keperluan Natal di pusat Kota Berlin, Senin (18/12/2016).  JOHN MACDOUGALL / AFPSejumlah aparat kepolisian tengan memeriksa truk yang dipakai untuk menabrak sebuah pasar malam yang menjual keperluan Natal di pusat Kota Berlin, Senin (18/12/2016).
EditorPascal S Bin Saju

BERLIN, KOMPAS.com - Kepolisian Jerman telah menahan seorang pria berkewarganegaraan Tunisia terkait kemungkinan ia memiliki hubungan dengan pelaku serangan truk di Berlin.

Juru bicara kejaksaan federal Jerman mengungkapkan hal itu pada Rabu (4/1/2016). Serangan truk dimaksud terjadi pada sebuah bazar Natal di Berlin yang menewaskan 12 orang pada 19 Desember 2016.

Kepolisian pada Selasa (3/1/2016) petang menggeledah tempat tinggal pria tersebut, yang dikenal dengan nama Bilel A, sebagaimana dilaporkan Reuters, Rabu (4/1/2016)

Bilel diketahui pernah makan malam bersama Anis Amri satu hari sebelum Amri menubrukkan truk yang dikendarainya ke pasar Natal, kata sang juru bicara, Frauke Koehler.

"Sosok yang terhubung ini adalah seorang warga Tunisia berumur 26 tahun. Kami sedang menyelidiki kemungkinan pria ini terkait penyerangan," katanya kepada para wartawan.

Amri, juga warga Tunisia, berusia 24 tahun dan gagal mendapat suaka, tewas saat baku tembak dengan polisi Italia pada 23 Desember setelah ia kabur dari Jerman dan melakukan perjalanan melalui Belanda, Belgia, dan Perancis.

Kelompok radikal Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan di Berlin tersebut.

Koehler mengatakan, berdasarkan penyelidikan, Amri bertemu dengan rekan Tunisianya itu di sebuah restoran di Berlin pusat pada malam sebelum serangan dan keduanya "berbicara dengan berapi-api".

"(Pembicaraan) tersebut memicu kecurigaan kami bahwa tersangka ini, yaitu si warga Tunisia berusia 26 tahun tadi, kemungkinan terlibat dalam aksi (serangan), atau setidaknya mengetahui rencana Amri untuk melakukan penyerangan," ujarnya.

Kohler mengatakan, saat ini tidak ada bukti cukup kuat untuk mengeluarkan tuduhan bahwa pria tersebut memiliki peranan dalam pembantaian di pasar Natal, walaupun sebelumnya ia diselidiki atas kecurigaan bahwa ia berencana melakukan kekerasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X