Obama Yakin Menang Lawan Trump jika Bisa Maju di Pilpres 2016

Kompas.com - 27/12/2016, 09:21 WIB
Barack Obama dan Donald Trump AFP PHOTOBarack Obama dan Donald Trump
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama yakin dapat mengalahkan presiden terpilih Donald Trump jika ia dapat maju kembali di Pilpres 2016.

Obama optimistis masih akan mendapat dukungan dari rakyat AS dan jadi presiden untuk periode ketiga, jika konstitusi membolehkan. 

Pernyataan Obama ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara yang disiarkan melalui podcast "The Axe Files" yang diproduksi CNN dan Universitas Chicago, Senin (26/12/2016).

"Saya percaya diri dengan visi ini, karena saya yakin jika saya bisa maju dan melakukannya, saya pikir saya bisa menggerakkan mayoritas rakyat AS untuk memberikan dukungan," ujar Obama.

Obama menilai bahwa kekalahan Partai Demokrat yang mengusung Hillary Clinton bukan disebabkan karena faktor keunggulan Trump atau Partai Republik. Kekalahan itu dinilai Obama karena cara kampanye Hillary yang terlalu berhati-hati.

"Jika Anda sudah berpikir menang maka akan ada kecenderungan, seperti dalam olahraga, untuk bermain aman," ucap presiden yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2017 mendatang.

Obama pun mengaku sangat prihatin dengan kekalahan Hillary dan Partai Demokrat.

"Kekalahan memang tidak pernah ada yang menyenangkan," ucapnya.

Meski begitu, Obama merasa bangga atas apa yang telah dilakukannya selama menjabat presiden AS ke-44.

"Saya bangga bahwa saya telah berusaha untuk melakukan hal yang benar ketimbang yang populer," ujar Obama.

Dia juga berterima kasih kepada semangat rakyat AS, terutama generasi muda, yang dirasakan bergairah selama era kepemimpinannya.

"(Semangat AS) itu telah kita lihat di generasi lebih muda yang lebih pintar, lebih toleran, lebih inovatif, lebih kreatif, lebih mau jadi pengusaha, tak pernah berpikir mau mendiskriminasi orang lain misalnya karena orientasi seksualnya," tutur Obama.

Trump menolak Obama

Pernyataan Obama ini langsung mendapat tanggapan dari Donald Trump. Bantahan atas ucapan Obama itu diungkap Trump melalui akun Twitter miliknya.

"Presiden Obama mengatakan bahwa dia berpikir bisa menang melawan saya. Dia boleh saja mengatakan itu, tapi menurut saya TIDAK," tulis Trump.

Menurut Trump, dia yakin menang walaupun jika melawan Obama dikarenakan kebijakan Obama yang dituding gagal.

"Lapangan kerja hilang, ISIS, OCare (ObamaCare), dll," tulis Trump.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X