AS Ogah Veto DK PBB, Bukti Kekecewaan Presiden Obama terhadap Israel

Kompas.com - 24/12/2016, 18:58 WIB
Barack Obama menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Presiden AS kepada Majelis Umum PBB, di New York, Selasa (20/9/2016).
Associated PressBarack Obama menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Presiden AS kepada Majelis Umum PBB, di New York, Selasa (20/9/2016).
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat membuat kejutan dengan abstain saat Dewan Keamanan PBB melakukan voting untuk mengeluarkan resolusi yang mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina, Jumat (23/12/2016).

Dikutip dari AFP, sikap AS ini seperti memperlihatkan kekecewaan Presiden AS Barack Obama terhadap Israel, yang dilampiaskan di akhir masa jabatannya.

Gedung Putih menyatakan bahwa Obama memutuskan untuk tidak melakukan veto, seperti yang selama ini dilakukan AS atas berbagai upaya veto yang mengecam Israel, beberapa jam sebelum pemungutan suara dilakukan.

Namun, pejabat AS menyebut bahwa pemerintahan Obama telah mengamati draf resolusi yang beredar setidaknya selama setahun terakhir itu. Saat draf itu dibicarakan, AS pun mengambil sikap.

Obama selama ini dikritik telah menjalankan kebijakan di Timur Tengah dengan tujuan melakukan isolasi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, Gedung Putih membantah.

Menurut Gedung Putih, sikap AS ini dilakukan karena telah kehabisan cara untuk meyakinkan Israel bahwa pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina merupakan aksi sabotase terhadap upaya membangun perdamaian di Timur Tengah.

"Perdana Menteri Netanyahu sebelumnya punya banyak kesempatan untuk melakukan kebijakan yang menyebabkan hasil berbeda seperti saat ini (resolusi DK PBB yang mengecam Israel)," kata Ben Rhodes, salah seorang penasihat Presiden Obama.

Ben Rhodes pun membantah AS sengaja melakukan ini di akhir masa jabatan Obama. Menurut Rhodes, AS akan melakukan hal terbaik untuk perdamaian di Timur Tengah.

"Jika hasil ini yang dicari AS, maka kami pasti telah melakukannya juga sejak lama," ucap Rhodes.

AS selama beberapa bulan terakhir memang memperingatkan Israel bahwa kebijakan mengenai permukiman itu hanya membahayakan harapan perdamaian terhadap "kesepakatan dua negara".

Bulan ini, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah forum AS-Israel di Washington bahkan mengatakan bahwa unsur sayap kanan di pemerintahan Netanyahu seakan ingin mengakhiri upaya damai itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X