Kompas.com - 24/12/2016, 14:52 WIB
EditorBayu Galih

KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam permukiman Yahudi yang didirikan di wilayah Palestina sebagai tindakan "memalukan".

Netanyahu menekankan bahwa Israel tidak akan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang diputuskan oleh 15 anggotanya pada Jumat (23/12) waktu setempat.

"Israel menolak resolusi PBB anti-Israel yang memalukan ini. Kami tidak akan mematuhi ketentuannya," kata Benjamin Netanyahu.

Sementara, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa resolusi itu merupakan "pukulan telak buat kebijakan Israel".

Resolusi DK PBB itu berhasil dikeluarkan setelah Amerika Serikat menolak untuk melakukan veto.

Sikap AS ini bertolak belakang dengan kebijakan AS selama ini yang memveto setiap putusan DK PBB terkait pembangunan permukiman.

Resolusi ini menuntut Israel segera dan secara menyeluruh menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki negara tersebut.

Bertentangan hukum internasional

Dalam resolusinya, DK PBB juga mengatakan bahwa pembangunan permukiman oleh Israel bertentangan dengan hukum Internasional.

Pemungutan suara itu digelar atas tuntutan empat negara, yaitu Venezuela, Senegal, Selandia Baru, dan Malaysia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.