Resolusi Dewan Keamanan PBB Kecam Israel, Ini Tanggapan PM Netanyahu

Kompas.com - 24/12/2016, 14:52 WIB
AHMAD GHARABLI / AFP Dengan menggunakan telepon genggam, seorang bocah Palestina mengadikan sisa-sisa rumahnya di Qalandiya, Jerusalem yang dihancurkan pemerintah Israel, Selasa (26/7/2016).

KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam permukiman Yahudi yang didirikan di wilayah Palestina sebagai tindakan "memalukan".

Netanyahu menekankan bahwa Israel tidak akan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang diputuskan oleh 15 anggotanya pada Jumat (23/12) waktu setempat.

"Israel menolak resolusi PBB anti-Israel yang memalukan ini. Kami tidak akan mematuhi ketentuannya," kata Benjamin Netanyahu.

Sementara, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa resolusi itu merupakan "pukulan telak buat kebijakan Israel".


Resolusi DK PBB itu berhasil dikeluarkan setelah Amerika Serikat menolak untuk melakukan veto.

Sikap AS ini bertolak belakang dengan kebijakan AS selama ini yang memveto setiap putusan DK PBB terkait pembangunan permukiman.

Resolusi ini menuntut Israel segera dan secara menyeluruh menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki negara tersebut.

Bertentangan hukum internasional

Dalam resolusinya, DK PBB juga mengatakan bahwa pembangunan permukiman oleh Israel bertentangan dengan hukum Internasional.

Pemungutan suara itu digelar atas tuntutan empat negara, yaitu Venezuela, Senegal, Selandia Baru, dan Malaysia.

Mesir merupakan negara pertama yang mengusulkan rancangan Undang-undang terkait permukiman Israel. Namun, belakangan Mesir menarik kembali usulnya setelah terjadi komunikasi antara Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dengan Presiden Terpilih AS, Donald Trump.

Sebelumnya pada hari Kamis, Donald Trump mendesak Dewan Keamanan untuk mementahkan resolusi itu.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan bahwa "perdamaian antara Israel dan Palestina hanya akan terjadi melalui negosiasi langsung antara para pihak, dan tidak melalui penetapan persyaratan oleh PBB".

"Ini menempatkan Israel dalam posisi perundingan yang sangat lemah dan sangat tidak adil untuk semua warga Israel," ujar Trump.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorBayu Galih
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Internasional
Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Internasional
Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Internasional
AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

Internasional
Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Internasional
Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Internasional
Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Internasional
Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Internasional
Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Internasional
Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Internasional
Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Internasional
Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Internasional
Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Internasional
Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi 'Apa Pun' di Venezuela

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi "Apa Pun" di Venezuela

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X